– Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bertemu Bersama Meta membicarakan soal regulasi Keselamatan anak Ke Jaringan. Pihak induk perusahaan Instagram dan Facebook telah buka suara Yang Terkait Bersama pertemuan minggu lalu itu.
Simon Milner, Wakil Ri Aturan Publik Asia Pasifik Sebagai Meta, menjelaskan pihaknya mendukung regulasi keselamatan remaja Ke Jaringan. Akan Tetapi dia mengatakan pembatasan akses bukan menjadi solusi yang tepat.
“Meta mendukung regulasi Yang Terkait Bersama keselamatan remaja Ke dunia daring, Akan Tetapi membatasi akses Di Keahlian Untuk jutaan remaja Ke Indonesia bukan solusi yang tepat,” ujar Milner Di keterangannya.
Dia menambahkan penting adanya transparansi Di membuat regulasi Mutakhir. Menurutnya pemerintah belum mempublikasikan rancangan regulasi secara terbuka hingga sekarang.
Pihak Meta Merangsang pemerintah bisa membagikan rancangan Ke pihak Yang Terkait Bersama. Selain juga melakukan konsultasi publik secara transparan.
“Kami menghargai pertemuan Bersama Menkomdigi kemarin, tapi kami menyayangkan sampai Pada ini pemerintah belum mempublikasikan rancangan regulasi tersebut secara terbuka. Kami Merangsang pemerintah Sebagai membagikan rancangan tersebut kepada pemangku kepentingan Yang Terkait Bersama dan Melakukan konsultasi publik yang transparan, Supaya orang tua, organisasi Komunitas sipil, dan para pelaku industri dapat Memberi masukan,” jelasnya.
Milner mengatakan regulasi Keselamatan berinternet harus mencakup pendekatan ekosistem digital secara menyeluruh. Solusi yang menurut Meta terbaik menjaga Keselamatan anak-anak Ke dunia digital yakni Bersama melakukan verifikasi usia Ke platform toko Inisiatif serta Platform.
“Ke Pada yang sama, kami juga meyakini bahwa regulasi Keselamatan daring ini harus mencakup pendekatan ekosistem digital yang menyeluruh. Kami percaya bahwa verifikasi usia Ke toko Inisiatif dan Platform adalah cara terbaik Sebagai mendukung orang tua dan merupakan solusi yang lebih efektif Sebagai menjaga Keselamatan Pemakai muda Ke dunia digital,” jelas Milner.
“Meta berkomitmen menjaga keselamatan Pemakai muda, dan kami tidak menunggu regulasi Sebagai melakukannya. Kami telah membangun berbagai fitur Keselamatan khusus dan Memberi Pengalaman Hidup yang sesuai Bersama usia Untuk Pemakai muda Ke Inisiatif kami, seperti Teen Accounts Ke Instagram yang telah kami luncurkan Ke Indonesia,” dia menambahkan.
Ditanya soal transparansi yang diminta Meta, Pembantu Ri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid hanya berkata singkat jika platform telah diundang Bersama pihaknya. “Diundang kok,” kata dia ditemui Selasa (18/3/2025).
Pembatasan usia akun medsos
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Ditengah menggodok aturan soal perlindungan anak Ke Jaringan. Pihak Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah membentuk Regu Penguatan Regulasi Perlindungan Anak Ke Ranah Digital.
Meutya menjelaskan Regu Akansegera bekerja Sebagai memperkuat regulasi, Memperbaiki pengawasan dan menindak tegas konten berbahaya. Bersama Langkah Tersebut diharapkan anak-anak bisa bermain Ke dunia maya lebih aman.
Langkah yang dilakukan juga sesuai Bersama arahan Ri Prabowo Subianto, yang menegaskan arti penting perlindungan anak Ke ruang digital dan juga menginstruksikan regulasi Yang Terkait Bersama selesai Di waktu 1-2 bulan atau Disekitar Maret-April.
“Kita tidak bisa membiarkan anak-anak tumbuh Di lingkungan digital yang penuh ancaman. Pemerintah hadir Sebagai memastikan mereka terlindungi. Regu ini Akansegera bekerja memperkuat regulasi, Memperbaiki pengawasan, serta menindak tegas konten berbahaya agar anak-anak Indonesia bisa berinternet Bersama aman,” kata Meutya Di keterangannya dikutip Bersama laman resmi Komdigi, Senin (3/1/2025).
(dem/dem)
Next Article
Berani Beli WhatsApp dan Instagram, Zuckerberg Kini Kena Batunya
Artikel ini disadur –> cnbcindonesia.com Indonesia News: Prabowo Mau Batasi Anak Ke Medsos, Induk Facebook Bilang Bukan Solusi











