Bersama DSS, kita tidak hanya bicara tentang data, tapi juga tentang Keputusan yang lebih presisi, pelayanan publik yang lebih cepat, dan pengawasan yang lebih kuat,
Jakarta (Di) – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) membuat platform Decision Support System (DSS) yang mampu menyajikan data spasial dan non-spasial yang terintegrasi, analitis, dan mendukung proses pengambilan keputusan yang lebih objektif dan terukur Di melindungi hutan Hingga Tanah Air.
Direktur Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan (IPSDH) Kemenhut Agus Budi Santosa Di Kegiatan Kickoff Meeting Pembuatan DSS Hingga Jakarta, Selasa menjelaskan, Lewat platform tersebut pihaknya ingin mengintegrasikan informasi spasial sektoral kehutanan secara menyeluruh, dan Mengurangi tumpang tindih kawasan, serta konflik penggunaan lahan.
Lanjutnya, mempercepat proses evaluasi dan pengambilan keputusan perizinan, dan menyediakan alat bantu analisis Di perumusan Keputusan.
“Bersama DSS, kita tidak hanya bicara tentang data, tapi juga tentang Keputusan yang lebih presisi, pelayanan publik yang lebih cepat, dan pengawasan yang lebih kuat,” kata dia.
Baca juga: Aspekpir harap penetapan kawasan hutan perhatikan perlindungan petani
Disampaikannya, sebagai Pada integral Di penguatan tata kelola berbasis data, Di DSS juga dibangun Early Warning System (EWS) yang ditujukan Sebagai mendeteksi secara dini potensi deforestasi dan devegetasi Hingga seluruh Indonesia.
Sistem ini dikembangkan Lewat pendekatan integrasi data spasial berskala nasional, meliputi citra satelit seperti MODIS, VIIRS, Sentinel, Landsat, dan NICFI yang diunduh dan diproses secara berkala.
Lanjutnya, Bersama memanfaatkan Ilmu Pengetahuan Kecerdasan Buatan (AI) dan mesin pembelajaran (machine learning), sistem ini mampu mengidentifikasi pola kehilangan tutupan hutan berbasis model numerik (tabular) dan Logika terstruktur.
EWS dirancang Sebagai menampilkan informasi deforestasi secara interaktif dan dapat dimonitor berdasarkan dimensi waktu, lokasi administratif provinsi/kabupaten/kota, serta entitas pengelola kawasan.
Baca juga: Kementrans berkomitmen terbitkan SHM 129.553 bidang lahan transmigran
Nantinya, User yang telah terdaftar Di manajemen User EWS Berencana Merasakan notifikasi peringatan dini Lewat pesan singkat berisi link/tautan informasi.
Keberadaan fitur ini diharapkan menjadi alat pengawasan proaktif yang tidak hanya mempercepat respon Hingga lapangan, tetapi juga memperkuat ketepatan Keputusan Di perlindungan dan pengelolaan hutan secara berkelanjutan.
“Akhir Juli ini harus beres platform-nya,” kata dia.
Baca juga: Kementrans-Wakil Rakyat: Status area hutan Hingga lokasi transmigrasi perlu dilepas
Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © Di 2025
Artikel ini disadur –> antaranews.com Indonesia News: Kemenhut rancang DSS perkuat data kehutanan dan Keputusan presisi











