– Sebanyak 208 warga Di berbagai Daerah kecamatan Di Kota Malang Berpartisipasi Di kegiatan Serap Aspirasi yang dilaksanakan Dari anggota DPRD Di Fraksi NasDem, Dr. Suyadi, S.Pd., MM. Di Perum Sukun Pondok Indah, Bandungrejosari, Sukun.
Di sambutannya, Suyadi akrab disapa itu menyampaikan bahwa reses ini adalah ruang penting Di menyampaikan persoalan Komunitas secara langsung kepada wakil rakyat.
“Serap aspirasi ini bukan sekadar formalitas. Ini tempat kita mendengarkan unek-unek warga. Saya ingin betul-betul hadir sebagai wakil rakyat, dan itu fakta yang harus saya sampaikan,” ujarnya, Rabu (6/8/2025).
Aspirasi Komunitas, lanjutnya, tidak berhenti hanya ditampung Di lembar Alattulis, tetapi Berencana disampaikan dan diolah Dari DPRD Untuk menjadi bahan pertimbangan Aturan pemerintah Kota Malang.
Suyadi menegaskan bahwa semua Aturan dan Dana Kota Malang, dipertimbangkan dan atas persetujuan Di DPRD, Supaya reses menjadi jembatan penting Di Komunitas dan pemerintah.
Di dialog tanya jawab yang berlangsung, sejumlah Topik mengemuka, seperti permasalahan PPDB (Penerimaan Peserta Didik Terbaru), penataan lingkungan, pengelolaan sampah, BPJS hingga insentif Untuk RT.
“Saya berada Di Komisi D. Yang paling ramai kemarin itu soal PPDB. Tapi Alhamdulillah semua anak-anak bisa kita bantu masuk Hingga sekolah yang diinginkan,” kata Suyadi.
Ia juga menyampaikan bahwa Dana Kota Malang sebesar Rp2,6 triliun sebenarnya belum cukup Untuk menjawab seluruh persoalan warga, terlebih Bersama adanya efisiensi Dana.
Meski begitu, ia optimistis bahwa Melewati sinergi Di Komunitas dan pemerintah, pembangunan dapat terus dijaga dan ditingkatkan.
Di Pada Yang Sama, Suyadi juga menyoroti sejumlah Inisiatif prioritas Wali Kota Malang, seperti seragam gratis Untuk pelajar, 100 event Usaha Kecil Menengah, 1000 beasiswa, dan Rp50 juta per RT.
“Semua Inisiatif itu bukan hanya janji politik, tapi harus menjadi komitmen bersama. Dan kami Di DPRD Berencana terus mengawalnya agar Komunitas benar-benar merasakan dampaknya,” tambahnya.
Suyadi juga telah menyalurkan pokok-pokok pikiran (pokir) kepada Komunitas Sukun Di bentuk fasilitas seperti tenda, sound system, tosa, keranda, tong sampah, leptop dan alat Bunyi banjari, sebagai Dibagian Di kebutuhan warga Di kegiatan sosial dan keagamaan.
“Kami senang hati Merasakan Komentar, masukan, dan jeritan Komunitas. Struktur kami Di NasDem yang ada Di tingkat kelurahan siap menjadi jembatan Di warga dan pemerintah,” pungkasnya.(*)
Artikel ini disadur –> times.co.id Indonesia News: Serap Aspirasi 208 Warga Di Sukun, Suyadi: DPRD Siap Mendengarkan Unek-unek Rakyat











