Jakarta (Di) – Pembantu Presiden Tim Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengungkapkan pembangunan Bendungan Jragung Untuk menopang swasembada Ketahanan Pangan dan ekonomi rakyat Di Jawa Ditengah (Jateng).
Menurut Dody Di keterangan tertulis yang diterima Di Jakarta, Jumat, Bendungan Jragung Berencana menjadi penopang utama Daerah Irigasi Jragung seluas 4.053 hektare (ha) serta membuka tambahan lahan potensial seluas 473 hektare.
Dia berharap Di tahun 2027 sudah dapat mengairi 4.500-an hektare lahan Pertanian Supaya Berencana Meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) Di 200 persen menjadi 300 persen.
“Dan dapat mendukung Inisiatif Bapak Pemimpin Negara Prabowo Di swasembada Ketahanan Pangan,” ujarnya.
Kementerian PU terus mempercepat penyelesaian pembangunan Bendungan Jragung Di Kabupaten Semarang, Jawa Ditengah, sebagai salah satu infrastruktur strategis Untuk mewujudkan swasembada Ketahanan Pangan yang menjadi Pada Di Astacita Pemimpin Negara Prabowo Subianto.
Di ini konstruksinya telah mencapai 88 persen dan ditargetkan rampung Di September 2026.
Baca juga: ADB danai desain bendungan Jragung Rp24 miliar
Didalam ketersediaan suplai air irigasi Di bendungan, petani dapat memanfaatkan irigasi premium Untuk menambah masa tanam, paling tidak bisa tiga kali masa tanam setiap tahun.
Bendungan Jragung Memiliki kapasitas tampung 90 juta m³ Didalam luas genangan 451 hektare Berpeluang menyuplai air Untuk 4.528 hektare lahan Pertanian Di Kabupaten Grobogan dan Kabupaten Demak (Kecamatan Karangawen, Mranggen dan Guntur), termasuk Pembuatan Hingga Kecamatan Tegowanu dan Tanggung Harjo Di Grobogan.
Pembangunan bendungan dimulai Dari Oktober 2020 Dari Balai Besar Daerah Sungai (BBWS) Pemali Juana Di sisi hulu Sungai Jragung yang merupakan induk Di Sungai Klampok dan Sungai Meranak, Didalam luas Daerah tangkapan sungai 94 km².
Selain Untuk irigasi, bendungan multifungsi ini juga Berpeluang Untuk menyediakan air baku sebanyak 1.000 liter per detik yang Berencana didistribusikan Hingga Kota Semarang (400 liter per detik), Kabupaten Grobogan (250 liter per detik), dan Kabupaten Demak (350 liter per detik).
Baca juga: Kementerian PUPR bangun Bendungan Jragung Untuk optimalkan irigasi
Infrastruktur ini juga berfungsi sebagai pengendali Genangan Air Didalam mereduksi Di 45 persen serta Berpeluang menjadi sumber Energi Hijau Lewat Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 90 MW dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) 1,4 MW.
Keberadaan Bendungan Jragung turut membuka Kemungkinan ekonomi Terbaru, khususnya Di sektor Wisata Internasional. Sepanjang akses Ke bendungan yang dibangun 9,4 kilometer (km) sudah banyak warung yang memanfaatkan pemandangan bendungan Supaya menggerakkan ekonomi warga.
Didalam beragam manfaatnya, Bendungan Jragung tidak hanya menjadi penopang ketahanan Ketahanan Pangan, tetapi juga mendukung ketersediaan air bersih, pengendalian Genangan Air, sumber energi,m dan Pembuatan ekonomi lokal yang selaras Didalam visi swasembada Ketahanan Pangan dan Kemajuan ekonomi rakyat yang dicanangkan Pemimpin Negara Prabowo Subianto.
Pewarta: Aji Cakti
Editor: Sri Muryono
Copyright © Di 2025
Artikel ini disadur –> antaranews.com Indonesia News: Bendungan Jragung Untuk menopang swasembada Ketahanan Pangan Di Jateng











