– Tak sedikit pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Pelaku Ekonomi Kecil) yang telah sukses memasarkan produknya Tetapi masih bingung Di menentukan harga jual yang tepat. Permasalahan ini kerap muncul akibat kurangnya pemahaman mengenai komponen biaya produksi dan strategi pemasaran yang efektif. Menjawab persoalan tersebut, Skuat Pengabdian kepada Komunitas (PkM) Di Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) Gresik hadir Menyediakan solusi nyata.
Didalam menggandeng para pelaku Pelaku Ekonomi Kecil yang tergabung Di Asosiasi Industri Kecil Menengah (IKM) Gresik, Skuat yang terdiri Di dosen lintas Langkah studi – Fitri Romadhon, S.A., M.Sc., CRA., CSRS (Akuntansi), Astri Wening Perwitasari, S.M., M.M. (Manajemen), dan Taufiqotul Bariyah, S.Kom., M.IM., MCE (Informatika) – melaksanakan serangkaian kegiatan pelatihan dan pendampingan Di dua bulan terakhir.
Pahami HPP, Hindari Kerugian
Kegiatan pertama bertajuk “Sosialisasi dan Pendampingan Penghitungan Harga Pokok Produksi (HPP) dan Laporan Keuangan Pelaku Ekonomi Kecil” digelar Di 28 Juli 2025 Hingga Kampus B UISI, ruang CM101, Didalam peserta sebanyak 35 pelaku Pelaku Ekonomi Kecil Di berbagai bidang usaha. Pelatihan ini bertujuan Menyediakan pemahaman mendalam tentang perhitungan biaya produksi, termasuk bahan baku, tenaga kerja, biaya overhead, serta biaya distribusi yang kerap terlewatkan Didalam pelaku usaha.
“Banyak Pelaku Ekonomi Kecil yang menetapkan harga jual berdasarkan Prakiraan atau meniru pesaing, tanpa tahu apakah harga tersebut sudah menutup biaya produksinya. Padahal ini bisa menyebabkan kerugian yang tidak disadari,” ungkap Fitri, dosen Di Prodi Akuntansi UISI.
Antusiasme peserta terlihat tinggi Di sesi berlangsung. Mereka tidak hanya menyimak, Tetapi juga aktif bertanya dan mempraktikkan langsung penghitungan HPP serta penyusunan laporan keuangan sederhana.
Digital Marketing Tanpa Konflik Bersenjata Harga
Sesudah memahami pentingnya harga jual yang sesuai biaya, Pelaku Ekonomi Kecil juga diajak menyusun strategi pemasaran yang tepat Lewat pelatihan Digital Marketing Di 27 Agustus 2025. Pelatihan ini menjadi respons atas keluhan pelaku usaha tentang kerasnya persaingan harga Didalam pelaku usaha bermodal besar.
“Lewat digital marketing yang cerdas, Pelaku Ekonomi Kecil bisa membangun keunikan dan nilai produk tanpa harus banting harga. Strategi ini penting Sebagai mempertahankan Sustainability usaha mereka,” jelas Astri, dosen Di Prodi Manajemen UISI.
Peserta diajak mengenali fitur-fitur marketplace seperti Shopee dan TikTok Shop, menentukan platform yang sesuai Didalam produk mereka, serta memaksimalkan Cara pemasaran visual dan storytelling Sebagai Menarik Perhatian konsumen.
Pendampingan Lapangan dan Arah Hingga Transformasi Digital
Tidak hanya berhenti Hingga ruang pelatihan, Di Rabu, 10 September 2025, sejumlah mahasiswa anggota kelompok pengabdian Komunitas UISI turun langsung Hingga lapangan mendatangi beberapa pelaku Pelaku Ekonomi Kecil binaan. Mereka membantu secara langsung Di penghitungan HPP, pencatatan keuangan, dan pengaplikasian materi yang telah diajarkan.
Pendampingan ini Memperoleh respon positif Di pelaku Pelaku Ekonomi Kecil. Banyak Hingga Di mereka mengaku Terbaru pertama kali memahami struktur biaya secara menyeluruh, serta Memperoleh wawasan Terbaru tentang cara menetapkan harga jual yang menguntungkan Tetapi tetap Bersaing.
Menurut Taufiqotul Bariyah, dosen Di Prodi Informatika UISI, Hingga Di Langkah ini tidak hanya berhenti Di Pembelajaran manual. “Kami juga mengarahkan pendampingan ini Ke Transformasi Digital penghitungan HPP dan pembuatan laporan laba rugi sederhana berbasis Alat Lunak atau sistem pencatatan yang mudah dipahami pelaku Pelaku Ekonomi Kecil. Tujuannya agar pelaku usaha bisa lebih efisien, akurat, dan mandiri Di pengelolaan keuangannya. Semoga Alat Lunak GoSmart Pelaku Ekonomi Kecil ini bisa segera kami selesaikan” ujarnya.
Kolaborasi Kampus dan Pelaku Ekonomi Kecil Sebagai Ekonomi Lokal
Langkah Pengabdian kepada Komunitas ini Menunjukkan bagaimana kolaborasi Di kampus dan Komunitas dapat Mendorong Kemajuan ekonomi lokal secara nyata. Dosen dan mahasiswa tak hanya berbagi ilmu, tetapi juga belajar memahami tantangan riil Hingga lapangan.
“Harapannya, Pelaku Ekonomi Kecil tidak hanya bertahan, tapi bisa naik kelas-lebih mandiri secara Keuangan, lebih adaptif secara digital, dan lebih Self-Esteem Di bersaing Hingga pasar,” tutup Fitri. (*)
Artikel ini disadur –> times.co.id Indonesia News: UISI Gresik Dampingi Pelaku Usaha Hitung HPP, Tentukan Harga Jual, dan Kuasai Digital Marketing











