– Universitas Brawijaya (UB) kembali Menunjukkan kiprahnya Di panggung internasional Bersama cara yang uni. Yakni Melewati pertunjukan wayang kulit. Bertempat Di Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK), Sabah, Malaysia, Di Kamis (26/9/2025), UB mementaskan lakon Dewa Ruci Sebagai menggaungkan Karakter Brawijayan kepada Komunitas Dunia.
Karakter Brawijayan yang meliputi kejujuran, integritas, kerja keras, semangat pantang menyerah, dan keberanian, ditanamkan Di alur cerita perjalanan Bima mencari Tirta Pawitra atau air kehidupan. Pertunjukan ini dihadiri Di 600 peserta, terdiri Di pelajar SIKK, diaspora Indonesia Di Sabah, komunitas Jawa, sekolah mitra, staf KJRI Kota Kinabalu, hingga sivitas akademika UB.
Ketua pelaksana, Abdul Aziz Jaziri, S.Pi., M.Sc., menegaskan bahwa pagelaran wayang yang digelar ini menjadi momentum Memperkenalkan Universitas Brawijaya Hingga Sekolah Indonesia Kota Kinabalu dan Komunitas Di.
“Di Itu, Kegiatan ini juga mendukung promosi UB Di luar negeri,” katanya.
Kegiatan ini merupakan Dibagian Di Inisiatif Globalizing Universitas Brawijaya (GUB) yang memadukan Politik Luar Negeri Kearifan Lokal Dunia Bersama penguatan identitas akademik. Untuk UB, pertunjukan wayang ini bukan sekadar agenda Kearifan Lokal Dunia, tetapi juga sarana Politik Luar Negeri internasional.
“UB ingin hadir tidak hanya sebagai institusi akademik, tetapi juga sebagai agen Politik Luar Negeri Kearifan Lokal Dunia Di kancah Dunia,” tegas Abdul Aziz.
Dia menambahkan, UB berkomitmen melanjutkan agenda serupa. “Bersama cara ini, UB bisa hadir bukan hanya Di kelas, tetapi juga Di hati Komunitas,” ujarnya.
Wakil ketua panitia, Dr. Fuad, S.Pi., M.T., menjelaskan alasan Sabah dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan adalah Lantaran Di Sabah ada Sekolah Indonesia Kota Kinabalu yang mayoritas siswanya adalah anak-anak pekerja migran Indonesia, dan juga ada Universiti Malaysia Sabah sebagai mitra strategis. Pihaknya juga mengundang enam sekolah SMA dan SMK Di Kota Kinabalu Bersama harapan siswanya dapat melanjutkan studi Di UB.
“Nilai-nilai Brawijayan itu kami masukkan Di cerita Bima yang mencari Tirta Pawitra. Karena Itu wayang ini bukan hanya hiburan, tetapi juga tuntunan Untuk pelajar,” jelasnya.
Selain pagelaran utama, UB juga Melakukan workshop Kearifan Lokal Dunia, diskusi interaktif, serta inisiasi Perayaan Seni Anak Indonesia yang direncanakan rutin berlangsung Di sekolah-sekolah Indonesia luar negeri. Pelajar dan Komunitas Indonesia Di Sabah menyambut Kegiatan ini Bersama penuh antusias.
“Di ini mereka merasa sendirian Lantaran jauh Di tanah air. Kehadiran UB membuat mereka merasa bangga sebagai Dibagian Di bangsa Indonesia,” ujar Dr. Fuad.
Lebih jauh, Universiti Malaysia Sabah Berkata ketertarikan Sebagai berkolaborasi tahun Didepan Bersama Prototipe pertunjukan 50 persen Kearifan Lokal Dunia Indonesia dan 50 persen Kearifan Lokal Dunia Malaysia. Hal ini Dikatakan sebagai langkah strategis mempererat persaudaraan serumpun Melewati jalur Kearifan Lokal Dunia.
Bersama Pemberian KJRI Kota Kinabalu, SIKK, diaspora Indonesia, serta Komunitas lokal, UB berhasil Memperkenalkan karakter Brawijayan Di balutan Karya Seni Kebiasaan. Momentum ini menegaskan peran UB sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga aktif menjaga warisan Kearifan Lokal Dunia Nusantara Di kancah internasional. (*)
Artikel ini disadur –> times.co.id Indonesia News: UB Gaungkan Karakter Brawijaya Di Kancah Internasional Lewat Pertunjukan Wayang











