Kalau mereka nggak bisa menyerap juga, saya pindahkan anggarannya Di tempat lain atau saya kurangi utang atau saya pakai Sebagai bayar utang
Jakarta (Di) – Pejabat Tingginegara Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan Dana kementerian/lembaga (K/L) yang tak terserap bisa dialihkan Sebagai membayar utang Bangsa.
“Kalau mereka nggak bisa menyerap juga, saya pindahkan anggarannya Di tempat lain atau saya kurangi utang atau saya pakai Sebagai bayar utang,” kata Purbaya Pada ditemui usai kegiatan “1 Tahun Prabowo-Gibran: Optimism 8% Economic Growth” Ke Jakarta, Kamis.
Purbaya mengatakan tidak Memiliki niat menargetkan K/L tertentu yang serapan anggarannya rendah. Justru, kata dia, tujuannya adalah Merangsang mereka Sebagai segera menyerap Dana.
“Masih ada dua minggu, kita lihat sampai akhir Oktober seperti apa. Kalau akhir Oktober belum menyerap juga, dan rencananya nggak terlalu jelas, saya potong,” ujarnya.
Sebelumnya Itu, Kementerian Keuangan mengungkapkan realisasi 15 kementerian/lembaga (K/L) yang Memperoleh pagu Dana terbesar, Ke mana Badan Gizi Nasional (BGN), Kementerian Pekerjaan Umum, dan Kementerian Agrikultur mencatatkan realisasi yang masih rendah.
“Realisasi belanja K/L sampai Di September sudah mencapai 62,8 persen Di proyeksi. Beberapa K/L Di Dana besar kami soroti bahwa penyerapannya masih Ke bawah 50 persen,” kata Wakil Pejabat Tingginegara Keuangan Suahasil Nazara Di konferensi pers APBN KiTa Edisi Oktober 2025 Ke Jakarta, Selasa (14/10).
Rinciannya, BGN Terbaru membelanjakan Dana sebesar Rp19,7 triliun per 30 September 2025, setara 16,9 persen Di proyeksi Rp116,6 triliun.
Sambil Kementerian PU merealisasikan belanja Rp41,3 persen atau 48,2 persen Di proyeksi Rp85,7 triliun dan Kementan Rp9 triliun atau 32,8 persen Di proyeksi Rp27,3 triliun.
Sambil 12 K/L lain yang Memperoleh pagu besar telah melaporkan realisasi Ke atas 50 persen.
Adapun total realisasi belanja 15 K/L Di Dana besar tercatat mencapai Rp692 triliun atau 63,1 persen Di pagu Rp1.097,3 triliun.
Suahasil Merangsang K/L Sebagai melakukan optimalisasi pelaksanaan belanja, termasuk mempercepat pelaksanaan kegiatan/proyek dan pengadaan Produk Internasional dan jasa (BPJ); monitoring Wacana penggunaan dana dan Merangsang pembiayaan termin kegiatan sesuai Di jadwal; serta menginventarisasi kendala Sebagai mitigasi.
Baca juga: Purbaya investigasi Rp653 triliun dana pemerintah mengendap Ke bank
Baca juga: Luhut minta BGN perbaiki serapan Dana dan bangun ekosistem MBG
Baca juga: Luhut yakin injeksi dana Purbaya Ke Himbara bisa dongkrak ekonomi
Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Agus Salim
Copyright © Di 2025
Dilarang keras Membahas konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis Sebagai AI Ke situs web ini tanpa izin tertulis Di Kantor Berita Di.
Artikel ini disadur –> Ântaranews.com Indonesia News: Purbaya: Dana K/L tak terserap bisa dialihkan Sebagai bayar utang











