Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mengupayakan perusahaan asuransi jiwa untuk melakukan sebagian strategi demi mempertahankan kinerja pendapatan premi dari segmen individu pada 2025. Direktur Eksekutif AAJI Togar Pasaribu menyampaikan salah satu strateginya, yaitu perusahaan asuransi jiwa perlu mengembangan barang yang tersebut lebih besar fleksibel, dengan opsi premi yang digunakan lebih lanjut terjangkau juga khasiat yang mana dapat disesuaikan dengan permintaan nasabah.
“Selain itu, meningkatkan penetrasi pangsa ke segmen yang belum mempunyai akses luas terhadap asuransi, seperti pekerja sektor informal dan juga Usaha Mikro, Kecil, juga Menengah (UMKM),” ucapnya untuk Kontan, Mulai Pekan (10/3).
Strategi lainnya, Togar bilang perusahaan perlu melakukan edukasi berkelanjutan melalui kampanye digital, seminar, dan juga inisiatif literasi keuangan, agar makin berbagai penduduk memahami faedah asuransi jiwa.
Dia menerangkan perusahaan asuransi jiwa juga perlu menerapkan strategi optimalisasi layanan digital, seperti aplikasi mobile mobile juga platform digital self-service, yang mana mempermudah pengguna pada mengakses informasi lalu menjalankan polis mereka. Ditambah meningkatkan kekuatan kerja identik dengan berbagai pihak, termasuk perbankan, fintech, kemudian jaringan digital, untuk memperluas distribusi barang asuransi jiwa.
“Dengan kombinasi strategi tersebut, lapangan usaha asuransi jiwa optimistis dapat mempertahankan perkembangan premi segmen individu juga memperluas jangkauan pemeliharaan bagi rakyat Indonesia,” kata Togar.
Berdasarkan data AAJI, pendapatan premi dari segmen individu mencapai Simbol Rupiah 152,43 triliun pada 2024. Skor itu naik 2,7%, apabila dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada 2023, pendapatan premi lapangan usaha dari segmen individu tercatat Rupiah 148,46 triliun pada 2023. Angka itu terkontraksi cukup di sebesar 10,6%, jikalau dibandingkan pencapaian pada 2022.
Secara total, pendapatan premi sektor asuransi jiwa mencapai Simbol Rupiah 185,39 triliun pada 2024. Angka itu meningkat 4,3%, jikalau jika dibandingkan tahun sebelumnya.











