Jakarta (Di) – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan implementasi Keputusan ekonomi biru Memberi dampak langsung Pada Komunitas pesisir, khususnya nelayan kecil, Di mempermudah Karya melaut sekaligus menjaga Sustainability sumber daya ikan.
Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP Koswara Di Jakarta, Kamis, mengatakan Di lima Keputusan ekonomi biru yang dijalankan, dua Di antaranya berkaitan langsung Di sektor perikanan, yakni penangkapan ikan terukur berbasis kuota dan Pembuatan perikanan budi daya.
Ekonomi biru merupakan Prototipe pembangunan yang menekankan pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan, Di menjaga Kesejajaran Di aspek ekologi, ekonomi, dan sosial.
Menurut Koswara, objek terbesar Di Keputusan tersebut adalah Karya nelayan.
“Keputusan penangkapan ikan terukur harus dijalankan Sebab yang Memperoleh kemampuan Memutuskan ikan Di jumlah besar bukanlah nelayan kecil, melainkan pengusaha Di alat tangkap masif,” ujar dia.
Ia menjelaskan Di penerapan ekonomi biru, nelayan kecil Akansegera lebih mudah Menyita ikan Sebab Perkembangan stok tetap terjaga.
Selain Memangkas tekanan dan Karya perikanan yang tidak ramah lingkungan, Koswara mengatakan bahwa ekonomi biru juga bertujuan melindungi laut dan sumber dayanya Lewat perluasan kawasan konservasi laut.
KKP mencatat luas kawasan konservasi Indonesia Di 2023 sebesar 29,27 hektare, atau setara Di 9 persen Di total luas laut nasional.
“Di adanya kawasan konservasi, tempat perkembangbiakan ikan Akansegera terjaga. Nelayan kecil yang tidak Memperoleh kemampuan melaut jauh Akansegera lebih mudah mencari ikan Di pesisir, terutama Di Di penanaman mangrove,” kata Koswara.
Di kesempatan yang sama, Direktur Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Ahmad Aris mengatakan Keputusan perikanan terukur merupakan sistem kuota tangkap yang ditetapkan Sebagai menjamin Sustainability.
Ia mencontohkan produksi perikanan tangkap nasional mencapai 12 juta ton, Sambil maximum sustainable yield (MSY) berada Di angka 10 juta ton.
MSY adalah batas maksimum jumlah ikan yang dapat ditangkap Di suatu stok perikanan tanpa Memangkas kemampuan stok tersebut Sebagai pulih dan tetap lestari. Prototipe ini menjadi acuan internasional Di menjaga Kesejajaran Di pemanfaatan dan Sustainability sumber daya perikanan.
“Di Sebab Itu nanti diukur berapa kuota Sebagai Komunitas, usaha besar, dan menengah. Di adanya sistem kuota ini justru menjamin Sustainability Sebagai Komunitas bisa Menyita ikan Sebab bisa dideteksi berapa yang bisa diambil,” kata Ahmad.
Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © Di 2025
Dilarang keras Memutuskan konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis Sebagai AI Di situs web ini tanpa izin tertulis Di Kantor Berita Di.
Artikel ini disadur –> antaranews.com Indonesia News: KKP pastikan ekonomi biru permudah Karya nelayan kecil











