Untuk konteks situasi yang seperti sekarang, saya kira menyimpan uang Hingga bank itu merupakan salah satu opsi.
Jakarta (Di) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai langkah Untuk menyimpan uang Hingga perbankan merupakan salah satu opsi Untuk Kelompok Pada Berusaha Mengatasi gejolak dan volatilitas pasar saham yang belakangan ini terjadi.
“Untuk konteks situasi yang seperti sekarang, saya kira menyimpan uang Hingga bank itu merupakan salah satu opsi,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae Untuk konferensi pers hasil Diskusi Dewan Komisioner Bulanan (RKDB) Maret 2025, Hingga Jakarta, Jumat.
Menurut Dian, penyimpanan uang Hingga bank memang relatif lebih aman, lebih efisien, dan efektif. Hal ini Lantaran adanya kombinasi Didalam sistem pembayaran serta pendapatan atau income yang lebih pasti yang didapatkan Kelompok.
OJK mencatat, Perkembangan dana pihak ketiga (DPK) perbankan per Februari 2025 tercatat sebesar 5,75 persen year on year (yoy) menjadi Rp8.926 triliun. Bulan Sebelumnya Itu atau Januari 2025, Perkembangan DPK tercatat 5,51 persen yoy.
Adapun giro, tabungan, dan deposito masing-masing tumbuh sebesar 6,09 persen, 7,21 persen, dan 4,25 persen yoy.
Dian mengatakan, Perkembangan DPK Ke awal tahun ini sebenarnya dipengaruhi Dari beberapa faktor, Hingga antaranya dana pemerintah yang telah turun serta kebutuhan konsumsi Untuk rangka Hari Raya Idul Fitri.
Hingga Samping Itu, pihak swasta juga mulai kembali menyimpan Penanaman Modal Untuk bentuk deposito Hingga perbankan, Supaya terdapat peningkatan secara year to date (ytd) Hingga deposito swasta yang Mendorong Perkembangan DPK Ke awal tahun ini.
Sebelumnya Itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat Merasakan pelemahan. Bursa Efek Indonesia (BEI) Justru melakukan dua kali pembekuan Sambil perdagangan (trading halt) Ke awal tahun ini yakni Ke 18 Maret 2025, Lantaran penurunan IHSG lebih Untuk 5 persen serta pasca-libur Lebaran atau Ke 8 April 2025 Didalam penurunan IHSG lebih Untuk 8 persen.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Saham, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi mencatat terdapat modal Foreign keluar bersih Untuk pasar saham Hingga Indonesia, Didalam investor non-residen tercatat net sell secara year-to-date (ytd) sebesar Rp29,92 triliun hingga 27 Maret 2025.
Hingga sisi lain, BEI juga mengungkapkan bahwa investor Peritel domestik telah Memutuskan alih peran Ke Pada investor Foreign melakukan Aksi Massa jual (net sell) imbas kekhawatiran Pada Aturan tarif Perdagangan Masuk Negeri Kepala Negara Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
BEI mencatat, investor Foreign melakukan Aksi Massa jual (net sell) Di Rp3,8 triliun atau 15 persen Untuk total nilai transaksi sebesar Rp20,9 triliun Ke perdagangan Selasa (8/4), yang Sesudah Itu investor Peritel domestik Memutuskan alih Didalam melakukan pembelian bersih (net buy) Di Rp3,9 triliun Ke hari yang sama.
Baca juga: Ekonom: Perbankan nasional tempat yang sangat aman Untuk simpan uang
Baca juga: Ketua Mprri minta Kelompok tidak takut simpan uang Hingga bank
Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © Di 2025
Artikel ini disadur –> antaranews.com Indonesia News: OJK nilai simpan uang Hingga bank salah satu opsi Pada gejolak pasar saham











