Bank Syariah Indonesia mampu tumbuh secara solid Hingga atas (rata-rata) industri, baik sisi aset, pembiayaan dan Dana Pihak Ketiga
Jakarta (Ditengah) – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatatkan Perkembangan aset, pembiayaan dan Dana Pihak Ketiga (DPK) melebihi rata-rata industri perbankan nasional sepanjang 2025, Agar Mendorong peningkatan laba sebesar 8,02 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp7,57 triliun.
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengungkapkan bahwa Perkembangan tersebut ditopang Bersama ekspansi Usaha yang progresif Hingga berbagai segmen, termasuk bank emas dan tabungan haji.
“Alhamdulillah, Bank Syariah Indonesia mampu tumbuh secara solid Hingga atas (rata-rata) industri, baik Bersama sisi aset, pembiayaan, dan Dana Pihak Ketiga,” ujar Anggoro Eko Cahyo Hingga Jakarta, Jumat.
Ia menuturkan total aset perseroan per Desember 2025 mencapai Rp456 triliun, atau tumbuh 11,64 persen yoy.
Sedangkan Bersama sisi intermediasi, penyaluran pembiayaan tumbuh 12,58 persen yoy menjadi Rp318 triliun, melampaui Perkembangan pembiayaan perbankan nasional yang berada Hingga angka 7,74 persen yoy maupun Perkembangan pembiayaan perbankan syariah sebesar 7,67 persen yoy.
“Kalau dilihat Bersama Rp318 triliun pembiayaan kami Hingga tahun 2025, Rp285 triliun itu pembiayaan yang Yang Terkait Bersama Bersama consumer banking (konsumen), ASN, (pegawai) BUMN, TNI, Polri, Pelaku Ekonomi Kecil, Puskesmas dan Pembelajaran,” kata Anggoro.
Ia menyampaikan, hanya Di 10 persen porsi pembiayaan yang disalurkan Untuk korporasi selain BUMN maupun nasabah lainnya Hingga luar kelompok tersebut.
Hingga Ditengah kenaikan penyaluran pembiayaan tersebut, ia memastikan Mutu pembiayaan tetap terjaga Bersama rasio pembiayaan macet atau Non-Performing Financing (NPF) gross Hingga level 1,81 persen dan NPF nett sebesar 0,47 persen.
Disiplin manajemen risiko juga terjaga, yang tercermin Bersama Cost of Credit (CoC) yang cukup rendah Ke level 0,84 persen.
Ke Pada Yang Sama, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh signifikan 16,20 persen yoy menjadi Rp380 triliun, didominasi dana murah (Current Account Saving Account/CASA) sebesar 61,62 persen, atau Rp234 triliun, Bersama tabungan sebagai mesin Perkembangan yang naik 15,72 persen yoy menjadi Rp162,63 triliun.
Peningkatan DPK juga didukung Bersama penambahan jumlah rekening Tabungan Haji yang telah melebihi 6 juta rekening Bersama total nilai sebesar Rp15,9 triliun, atau Menimbulkan Kekhawatiran 10,03 persen yoy.
Sepanjang 2025, perseroan juga mencatat penambahan nasabah Mutakhir sebanyak 2,03 juta orang, Agar total kini mencapai 23,1 juta nasabah.
“Perkembangan tahun lalu sebanyak 2 juta nasabah itu adalah Perkembangan tertinggi Dari BSI berdiri,” ucap Anggoro.
Baca juga: BSI sandang status “persero”, siap dukung langkah strategis pemerintah
Baca juga: Mudahkan nasabah, BSI hadirkan fitur “contactless” Hingga kartu pembiayaan
Baca juga: BSI raih Pangkat 1 rating ESG Internasional Islamic Banking
Pewarta: Uyu Septiyati Liman
Editor: Agus Salim
Copyright © Ditengah 2026
Dilarang keras Memutuskan konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis Sebagai AI Hingga situs web ini tanpa izin tertulis Bersama Kantor Berita Ditengah.
Artikel ini disadur –> Ântaranews.com Indonesia News: Laba BSI naik 8,02 persen Bersama Sebab Itu Rp7,57 triliun Ke 2025











