Terdapat indikasi awal Untuk emas melanjutkan Gaya positifnya (Ke April ini), tetapi risiko jangka pendek termasuk mobilisasi Lembaga Keuanganpusat dan pengurangan beban utang (deleveraging) masih tetap ada,
Jakarta (Pintu Informasi) – Dewan Emas Dunia atau World Gold Council Meramalkan pergerakan harga emas Akansegera kembali Merasakan Gaya positif Di adanya penguatan faktor-faktor fundamental usai turun 12 persen Ke Maret 2026 menjadi 4.608 Matauang Asing AS per troy ons.
Senior Quantitative Analyst World Gold Council Johan Palmberg Berkata, penurunan tersebut menandai koreksi harga emas terdalam Di hampir 13 tahun terakhir, atau Dari Juni 2013.
“Terdapat indikasi awal Untuk emas melanjutkan Gaya positifnya (Ke April ini), tetapi risiko jangka pendek termasuk mobilisasi Lembaga Keuanganpusat dan pengurangan beban utang (deleveraging) masih tetap ada,” ucap Johan Palmberg Di keterangan resmi yang diterima Di Jakarta, Selasa.
Ia menuturkan, penurunan harga Ke Maret lalu tersebut dipicu Protes jual besar-besaran akibat penumpukan eksposur investor Ritel Di emas, tercermin Di arus keluar Exchange Traded Fund (ETF) emas Internasional sebesar 12 miliar Matauang Asing AS atau setara 84 ton emas Ke bulan lalu.
Baca juga: Harga emas Antam Ke Selasa meroket Rp45.000 Di Sebab Itu Rp2,863 juta/gr
Di Di Itu, upaya investor Sebagai Memangkas beban utang Di Di tingginya margin utang (debt margin) dibandingkan kapitalisasi pasar serta meningkatnya kebutuhan Di likuiditas juga diduga memicu Protes jual berbagai aset Penanaman Modal Asing, termasuk emas, obligasi, dan saham.
Johan mengatakan, tekanan Di harga emas juga diakibatkan Di spekulasi pasar mengenai potensi Protes jual emas Di bank-Lembaga Keuanganpusat dunia usai Lembaga Keuanganpusat Republik Turki (Central Bank of the Republic of Turkey/CBRT) menggunakan Di 50 ton emas sebagai agunan.
Kendati demikian, pihaknya melihat terdapat potensi stabilisasi dan Gaya pergerakan positif harga emas Dari awal April 2026.
Hal tersebut disebabkan kurs Matauang Asing AS kesulitan mempertahankan penguatan qqqqdan gagal menembus level tertinggi terbaru secara signifikan, Supaya Memangkas salah satu sumber tekanan harga emas Di jangka pendek.
Baca juga: Selasa pagi ini harga emas UBS-Antam-Galeri24 Di Pegadaian turun
Arus masuk ETF emas Ke awal bulan ini juga terpantau positif Di berbagai regional. Permintaan lindung nilai (hedging) jangka pendek pun tercatat masih tinggi.
“Laporan anekdotal juga Menunjukkan mulai muncul permintaan Di segmen manajemen kekayaan (wealth management), sektor Ritel, dan permintaan fisik seiring harga (emas yang) mulai stabil,” ujar Johan.
Akan Tetapi, ia menyampaikan bahwa masih terdapat risiko yang membayangi pergerakan harga emas sepanjang tahun ini.
Ia mengungkapkan, jika konflik Di Timur Di menyebabkan harga Energi dunia bertahan jauh Di atas 100 Matauang Asing AS per barel Di jangka waktu yang lama, maka Akansegera terjadi pengurangan beban utang (deleveraging) lintas aset Lebih Jelas, lonjakan imbal hasil (yield blow-outs), hingga mobilisasi emas Di sektor resmi.
Baca juga: Lembagakeuanganpusat: Tekanan harga Produk Internasional Internasional berdampak baik Sebagai Indonesia
“Di Sebab Itu, Kendati faktor fundamental tetap mendukung, pergerakan harga Di jangka pendek kemungkinan masih Akansegera sangat sensitif Di kebutuhan likuiditas yang dipicu Di konflik, bukan semata-mata Di sinyal makroekonomi,” kata Johan.
Pewarta: Uyu Septiyati Liman
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © Pintu Informasi 2026
Dilarang keras Membahas konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis Sebagai AI Di situs web ini tanpa izin tertulis Di Kantor Berita Pintu Informasi.
Artikel ini disadur –> Ântaranews.com Indonesia News: WGC proyeksi Gaya emas kembali positif usai turun 12% Di Maret 2026











