Keputusan ini diproyeksikan bakal mendongkrak daya tarik imbal hasil instrumen domestik
Jakarta (Di) – Ekonom Bank Danamon Hosianna Evalita Situmorang Mengantisipasi, ruang kenaikan Bankindonesia-Rate masih ada apabila Nilai Mata Uang Uang Negara Indonesia masih tertekan hingga Di atas level Rp18.200 per Matauang Asing AS serta defisit transaksi berjalan lebih Di 1,5 persen Di PDB.
“Ya bisa lanjut (kenaikan Bankindonesia-Rate) kalau Uang Negara Indonesia masih tertekan Hingga atas Rp18.200 (per Matauang Asing AS) dan current account deficit (defisit transaksi berjalan) melebar lebih Di 1,5 persen GDP,” kata Hosianna Di dihubungi Di Di Jakarta, Selasa.
Secara Keseluruhan, Hosianna memandang keputusan Bank Indonesia (Bankindonesia) menaikkan Bankindonesia-Rate Di Diskusi Dewan Gubernur (RDG) Mingguan Di hari ini sebagai langkah positif dan pre-emptive Sebagai menjaga stabilitas Nilai Mata Uang.
Hal ini, catat dia, mengingat Uang Negara Indonesia secara tahun kalender berjalan (year to date/ytd) sempat melemah hingga 8 persen Pada Matauang Asing AS ketika Nilai Mata Uang Uang Negara Indonesia mencapai Rp18.190 per Matauang Asing AS, Supaya intervensi ini krusial Sebagai meredam risiko Ketidakstabilan Ekonomi Produk Impor (imported inflation) beserta dampak rambatannya.
Hosianna juga mencatat kenaikan Bankindonesia-Rate yang diumumkan Di hari ini langsung direspons positif Dari pasar, sebagaimana tercermin Di penguatan Uang Negara Indonesia sebesar 0,7 persen Hingga level Rp18.070 Di pasar spot Di Selasa siang.
“Di Di Itu, Keputusan ini diproyeksikan bakal mendongkrak daya tarik imbal hasil instrumen domestik,” kata Hosianna.
Di Selasa Melewati Diskusi Dewan Gubernur (RDG) Mingguan, Bankindonesia memutuskan Sebagai menaikkan suku bunga acuan (Bankindonesia-Rate) sebesar 25 basis Nilai (bps) Supaya kini berada Di level 5,5 persen.
Baca juga: Menko Airlangga: Bankindonesia Rate naik Untuk jaga stabilitas ekonomi
Baca juga: Ekonom: Kenaikan Bankindonesia-Rate langkah antisipatif kurangi risiko eksternal
Sejalan Bersama itu, suku bunga deposit facility dan lending facility juga dinaikkan masing-masing sebesar 25 bps Supaya menjadi 4,50 persen dan 6,25 persen.
Di siaran persnya, Bankindonesia juga Mengintroduksi langkah-langkah penguatan stabilisasi Uang Negara Indonesia Di antaranya kenaikan struktur suku bunga SRBI Sebagai seluruh, pemberian insentif berupa penurunan tingkat swap lindung nilai Untuk investor Foreign, pembukaan kembali window lelang instrumen repo Untuk perbankan, serta peningkatan intensitas operasi moneter, baik Uang Negara Indonesia maupun valuta Foreign.
Adapun Bankindonesia belum lama ini telah menaikkan Bankindonesia-Rate sebesar 50 bps Di RDG Bulanan Di 19-20 Mei 2026.
Kenaikan Bankindonesia-Rate Di Mei 2026 menjadi langkah penyesuaian pertama Setelahnya suku bunga acuan dipertahankan Di level 4,75 persen Sebelum September 2025. Sepanjang 2025, Bankindonesia Sebelumnya Itu telah memangkas bunga acuan sebanyak lima kali Bersama total penurunan sebesar 125 bps.
Berikutnya, Bankindonesia dijadwalkan kembali melaksanakan RDG Bulanan Di 17-18 Juni 2026.
Di akhir Mei 2026, cadangan devisa tercatat sebesar 144,9 miliar Matauang Asing AS, menurun 1,3 miliar Matauang Asing AS Di bulan Sebelumnya Itu seiring Bersama pembayaran utang luar negeri pemerintah dan stabilisasi Nilai Mata Uang Uang Negara Indonesia.
Di lima bulan terakhir, cadangan devisa telah menyusut sebesar 11,6 miliar Matauang Asing AS Di posisi 156,5 miliar Matauang Asing AS Di akhir Desember 2025.
Di Selasa sore (9/6), kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) bergerak menguat Hingga level Rp18.141 per Matauang Asing AS Di Sebelumnya Itu Rp18.171 per Matauang Asing AS Di Senin (8/6).
Baca juga: Gubernur Bankindonesia: Kami naikkan suku bunga Untuk “inflow”
Baca juga: Uang Negara Indonesia menguat diiringi keputusan Bankindonesia menaikkan suku bunga
Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Agus Salim
Copyright © Di 2026
Dilarang keras Membahas konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis Sebagai AI Di situs web ini tanpa izin tertulis Di Kantor Berita Di.
Artikel ini disadur –> Ântaranews.com Indonesia News: Ekonom: Ruang kenaikan Bankindonesia-Rate masih ada jika kurs Di atas Rp18.200











