Rupiah diperkirakan akan kembali melemah hari ini oleh kegelisahan tarif Trump juga eskalasi konflik dagang setelahnya ancaman Trump untuk meninggikan tarif Kanada dua kali lipat
Jakarta – Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong menyatakan pelemahan nilai tukar (kurs) rupiah dipengaruhi kegelisahan pemodal berhadapan dengan eskalasi konflik dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan Kanada.
“Rupiah diperkirakan akan kembali melemah hari ini oleh perasaan khawatir tarif Trump juga eskalasi konflik dagang pasca ancaman Trump untuk meninggikan tarif Kanada dua kali lipat,” ucapannya terhadap ANTARA di tempat Jakarta, Rabu.
Untuk diketahui, Trump meninggal tarif menjadi dua kali lipat dari 25 persen ke 50 persen berhadapan dengan baja juga aluminium.
Ottawa merespons dengan menerapkan pajak 25 persen pada ekspor listrik ke AS, pasca Trump menggandakan tarif terhadap baja lalu aluminium Kanada.
“Retaliasi Kanada dengan penerapan biaya tambahan 25 persen untuk pasokan listrik dari Ontario ke Michigan, New York, serta Minnesota,” ungkap Lukman.
Selain itu, rupiah juga memperoleh sentimen negatif dari proyeksi Goldman Sachs Group Inc. terkait defisit Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Indonesia yang digunakan akan semakin melebar lalu mendekati batas, yakni 2,9 persen pada 2025, tambahan lebar dari target pemerintah sebesar 2,53 persen.
Goldman Sachs turut menurunkan peringkat obligasi negara tenor 10 dan juga 20 tahun menjadi neutral, juga menurunkan peringkat saham Indonesia dari overweight menjadi market weight.
Para analis Goldman Sachs menilai risiko itu berpusat pada perasaan khawatir melawan kondisi ekonomi, setelahnya Presiden Prabowo mengumumkan sejumlah langkah pemerintah, termasuk realokasi anggaran, pembentukan dana kekayaan negara, dan juga perluasan kebijakan perumahan untuk keluarga berpenghasilan rendah, yang diproyeksikan akan dapat memperburuk defisit.
“Penurunan rating obligasi akan memicu kenaikan pada imbal hasil obligasi yang mana akan menekan rupiah,” ucap dia.
Nilai tukar rupiah pada pengaktifan perdagangan hari Rabu pada Ibukota Indonesia melemah hingga 34 poin atau 0,21 persen menjadi Rp16.443 per dolar Negeri Paman Sam dari sebelumnya Rp16.409 per dolar AS.











