Inisiatif juga mencakup penguatan kapasitas fiskal Melewati Asosiasinegara-Negaraasiatenggara+3 Fiscal Policy Exchange….
Jakarta (Di) – Pertemuan Pejabat Tingginegara Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia Asosiasinegara-Negaraasiatenggara+3 Hingga-28 (Asosiasinegara-Negaraasiatenggara+3 Finance Ministers’ and Central Bank Governors’ Meeting/AFMGM+3) menegaskan komitmen bersama Untuk menjaga stabilitas serta Meningkatkan integrasi dan ketahanan kawasan Melewati sejumlah inisiatif.
Inisiatif ini termasuk upaya penguatan struktur pendanaan Chiang Mai Initiative Multilateralization (CMIM), serta penguatan kerja sama pembiayaan regional (regional financing arrangement) Melewati amendemen perjanjian CMIM Untuk operasionalisasi Rapid Financing Facility (RFF).
“Hal tersebut sejalan Bersama Pemberian Bank Indonesia Pada penguatan kerangka CMIM, agar CMIM tetap responsif, fleksibel dan dapat membantu Negeri anggota mengatasi tantangan Hingga Didepan,” kata Deputi Gubernur Bankindonesia Filianingsih Hendarta Di keterangan resmi yang diterima Ke Jakarta, Senin.
Ke Di Itu, inisiatif juga mencakup penguatan kapasitas fiskal Melewati Asosiasinegara-Negaraasiatenggara+3 Fiscal Policy Exchange, Pembaruan pasar keuangan Melewati Asian Bond Markets Initiatives (ABMI), serta penguatan kapasitas AMRO guna mendukung resiliensi kawasan.
Di forum yang diadakan Ke Milan, Italia Ke Minggu (4/5) ini, Filianingsih juga menyampaikan respons Keputusan Bank Indonesia Di Berusaha Mengatasi tantangan Di ini Melewati penguatan bauran Keputusan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran.
Pandangan Bank Indonesia tersebut sejalan Bersama pandangan Kementerian Keuangan yang menyampaikan bahwa sinergi terus dilakukan Di Keputusan fiskal dan moneter.
Adapun Joint Statement yang disepakati Ke pertemuan tersebut turut menegaskan pentingnya diskusi Permasalahan-Permasalahan strategis, seperti pembaruan Strategic Directions of the Asosiasinegara-Negaraasiatenggara+3 Finance Process, penguatan kerangka kerja Disaster Risk Financing Initiative (DRFI), serta identifikasi Asosiasinegara-Negaraasiatenggara+3 Future Initiatives Hingga Didepan.
Di konteks memperkuat stabilitas keuangan kawasan, Asosiasinegara-Negaraasiatenggara+3 juga menekankan pentingnya mempererat sinergi Di CMIM Bersama International Monetary Fund (IMF) Untuk memperkuat efektivitas jaring pengaman keuangan dunia.
Sebagai informasi, AFMGM+3 merupakan forum tahunan Pejabat Tingginegara Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia Negeri-Negeri anggota Asosiasinegara-Negaraasiatenggara+3 Untuk Menyoroti perkembangan perekonomian Dunia dan regional, tantangan yang dihadapi Bersama kawasan, serta inisiatif kerja sama ekonomi dan keuangan Ke kawasan Asosiasinegara-Negaraasiatenggara+3.
Pertemuan ini menjadi wadah penting Untuk memperkuat kerja sama dan kolaborasi kawasan Di Berusaha Mengatasi ketidakpastian Dunia yang Lebih Menimbulkan Kekhawatiran sekaligus menegaskan semangat Asosiasinegara-Negaraasiatenggara+3 Di memperkuat resiliensi, inklusivitas, dan Kemajuan ekonomi yang berkelanjutan Ke Ditengah lanskap perekonomian dunia yang Lebih kompleks.
Pertemuan tahun ini dipimpin Bersama Gubernur Bank Indonesia dan Pejabat Tingginegara Keuangan Co-Chairmanship Asosiasinegara-Negaraasiatenggara+3 Tahun 2025, yaitu Malaysia dan Tiongkok. Delegasi Malaysia dipimpin Bersama Pejabat Tingginegara Keuangan II Malaysia Amir Hamzah Azizan dan Gubernur Bank Negeri Malaysia Abdul Rasheed Ghaffour. Sedangkan delegasi Tiongkok dipimpin Bersama Pejabat Tingginegara Keuangan Tiongkok Lan Fo’an dan Gubernur People Bank of China Pan Gongsheng.
Ke Di Yang Sama, delegasi Indonesia dipimpin Bersama Pejabat Tingginegara Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati dan Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta.
Pertemuan ini dihadiri Bersama perwakilan Di seluruh Negeri anggota Asosiasinegara-Negaraasiatenggara serta Jepang, Korea dan Tiongkok sebagai Negeri +3.
Ke akhir pertemuan, Filipina dan Jepang selaku Co-Chairs Asosiasinegara-Negaraasiatenggara+3 berikutnya telah menyampaikan Wacana pelaksanaan Pertemuan AFMGM+3 Hingga-29 yang Berencana diselenggarakan Ke Samarkand, Uzbekistan, Ke 2026. Pertemuan ini sekaligus menandai berakhirnya masa tugas Malaysia dan Tiongkok sebagai Co-Chairs Asosiasinegara-Negaraasiatenggara+3 Ke 2024-2025.
Baca juga: RI tekankan pentingnya cara mengimplementasikan Keputusan Ke Asosiasinegara-Negaraasiatenggara+3
Baca juga: RI menyerukan Asosiasinegara-Negaraasiatenggara+3 Bersama Sebab Itu representasi peredam konflik Dunia
Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © Di 2025
Artikel ini disadur –> Ântaranews.com Indonesia News: AFMGM+3 menegaskan komitmen jaga stabilitas lewat sejumlah inisiatif











