Jakarta (Pintu Informasi) – Analyst Reku Fahmi Almuttaqin mengatakan investor aset kripto Di ini Ditengah bersikap “wait and see” Pada rilis data Personal Consumption Expenditures (PCE) Index Amerika Serikat (AS) periode Juli 2025.
Data Kenaikan Fluktuasi Harga Dan Jasa AS menjadi sorotan Sebab merupakan indikator acuan Untuk Federal Reserve (The Fed) Untuk menentukan arah Keputusan suku bunga acuannya Hingga Didepan, katanya, menjelaskan.
“Pasar kripto Di ini Ditengah berada Ke Gaya “wait and see”. Kenaikan Fluktuasi Harga Dan Jasa yang lebih rendah Di ekspektasi bisa menjadi katalis kuat Untuk reli Terbaru Bitcoin, Di target jangka pendek Ke kisaran 120.000 Kurs Matauang Amerika AS, atau jika terjadi breakout Di All-Time-High (ATH) Sebelumnya Itu, terdapat potensi lonjakan hingga 136.000 Kurs Matauang Amerika AS,” ujar Fahmi sebagaimana keterangan tertulis Ke Jakarta, Selasa.
Tetapi demikian, ia mengatakan apabila data PCE AS justru Menunjukkan tekanan Kenaikan Fluktuasi Harga Dan Jasa masih tinggi, maka Bitcoin Berpotensi Untuk terkoreksi lebih Di Hingga zona support 100.000-103.000 Kurs Matauang Amerika AS, yang Di ini Disorot sebagai benteng bawah Berikutnya pasca tertembusnya level 112.000 Kurs Matauang Amerika AS.
Harga Bitcoin tercatat Ke Disekitar 109.700 Kurs Matauang Amerika AS Ke Selasa pagi, atau melemah 5 persen Di 24 jam terakhir, yang menambah tekanan Sesudah reli yang sempat membawa Bitcoin Hingga harga tertingginya Ke atas 123.000 Kurs Matauang Amerika AS Ke 14 Agustus 2025.
“Terlepas Di rilis data PCE kali ini menjadi ujian penting yang menentukan arah jangka pendek Bitcoin, Gaya pelonggaran Keputusan ekonomi cepat atau lambat Akansegera terjadi yang dapat mengalirkan likuiditas Ke skala yang lebih besar Hingga pasar kripto,” ujar Fahmi.
Optimisme investor masih kuat didorong Dari ekspektasi bahwa The Fed Akansegera memangkas suku bunga Ke September 2025, Sesudah menahan level suku bunga Di sembilan bulan, katanya, melanjutkan.
“Prakiraan probabilitas pemangkasan Sampai Sekarang masih bertahan Ke atas 85 persen menurut CME FedWatch. Malahan, lembaga keuangan Jefferies menaikkan target akhir tahun indeks S&P 500 menjadi 6.600 Skor, mencerminkan keyakinan Pada fundamental laba korporasi yang solid. Tetapi, bayang-bayang potensi kenaikan Kenaikan Fluktuasi Harga Dan Jasa yang lebih tinggi Di Prakiraan masih membayangi,” ujar Fahmi.
Data Kenaikan Fluktuasi Harga Dan Jasa PCE Juli 2025 diperkirakan naik 0,2-0,3 persen month-to-month (mtm), Fahmi mengatakan apabila Kenaikan Fluktuasi Harga Dan Jasa sesuai ekspektasi, maka dapat meyakinkan The Fed Untuk memulai penurunan suku bunga acuannya secara bertahap.
“Jika Kenaikan Fluktuasi Harga Dan Jasa lebih rendah Di Prakiraan, Bitcoin Berpotensi Untuk rebound tajam, dan Wall Street bisa melanjutkan reli Hingga Pencapaian tertinggi Terbaru. Jika Kenaikan Fluktuasi Harga Dan Jasa ternyata lebih tinggi, pasar bisa tertekan, Bitcoin rentan kembali Hingga level 100.000 Kurs Matauang Amerika AS, Sambil Itu indeks saham AS bisa Merasakan koreksi singkat,” ujar Fahmi.
Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © Pintu Informasi 2025
Dilarang keras Memutuskan konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis Untuk AI Ke situs web ini tanpa izin tertulis Di Kantor Berita Pintu Informasi.
Artikel ini disadur –> Ântaranews.com Indonesia News: Analis sebut investor kripto “wait and see” data Kenaikan Fluktuasi Harga Dan Jasa AS











