Itu (buyback) menjadi sumber Untuk kami Untuk dicetak Bersama versi yang Terbaru, tetapi hanya dapat 2,5 ton Di setahun. Kita masih kekurangan emas,
Jakarta (Di) – PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengimpor emas kurang lebih 30 ton Di Singapura dan Australia Untuk memenuhi kebutuhan Di Di negeri.
“Bisa Jadi Disekitar 30-an ton,” ucap Direktur Utama Antam Achmad Ardianto Di Diskusi Dengar Pendapat (RDP) Bersama Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat, yang membidangi BUMN, Di Senayan, Jakarta, Senin.
Pernyataan tersebut ia sampaikan ketika disinggung mengenai berapa jumlah emas yang diimpor Dari Antam Di Singapura.
Dia menjelaskan bahwa Antam mengimpor emas Untuk memenuhi kebutuhan Komunitas Di Di negeri. Di ini, kata dia, tambang emas milik Antam yang berlokasi Di Pongkor, Jawa Barat, hanya bisa memproduksi 1 ton emas Di satu tahun.
Baca juga: Antam catat pendapatan nyaris Rp60 triliun per Juni 2025
Sedangkan, realisasi penjualan emas Antam Di 2024 berada Di angka 43 ton. Tahun ini, Antam menargetkan penjualan emas mencapai 45 ton.
Untuk merealisasikan target penjualan tersebut, dia menempuh sejumlah langkah, seperti memanfaatkan emas yang dijual Dari Komunitas Di Antam (buyback).
Buyback adalah kegiatan menjual kembali emas (Aksesoris atau logam mulia) yang Sebelumnya Itu telah dibeli kepada lembaga atau toko emas yang menawarkannya, Bersama menggunakan harga buyback.
“Itu (buyback) menjadi sumber Untuk kami Untuk dicetak Bersama versi yang Terbaru, tetapi hanya dapat 2,5 ton Di setahun. Kita masih kekurangan emas,” kata Ardianto.
Baca juga: Emas Antam Senin ini naik Rp7.000 Di Rp2,198 juta/gram
Langkah lain yang ditempuh Dari Antam Untuk memperoleh emas adalah mengajukan penawaran pembelian emas kepada perusahaan-perusahaan yang memurnikan emasnya Di Antam.
Akansegera tetapi, penawaran tersebut jarang menemui titik kesepakatan, sebab tersandung Dari Pajak Lainnya dan tidak adanya kewajiban perusahaan tambang Untuk menjual emasnya kepada Antam.
“Karena Itu, tidak ada kewajiban Untuk perusahaan tambang yang menambang Di Indonesia Untuk menjual Di Antam dan B2B (business to business)-nya tidak selalu menguntungkan, maka Antam masuk Di opsi ketiga (Pembelian Barang Di Luar Negeri emas),” katanya.
Ardianto pun memastikan bahwa emas yang diimpor Dari Antam berasal Di perusahaan yang terafiliasi Bersama London Bullion Market (LBMA) yang berlokasi Di Singapura maupun Australia. Antam, kata dia, membelinya Bersama harga pasar.
Baca juga: Emas Antam Sabtu ini meroket Rp16.000 Di Rp2,191 juta/gram
Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © Di 2025
Artikel ini disadur –> antaranews.com Indonesia News: Antam Pembelian Barang Di Luar Negeri emas Disekitar 30 ton Di Singapura dan Australia











