Jakarta (Di) – Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani menyoroti masih banyaknya tantangan yang dihadapi sektor industri nasional, baik Didalam faktor eksternal maupun domestik.
Didalam sisi eksternal, ia menyebut ketidakpastian Dunia masih membayangi pelaku usaha Hingga Tanah Air.
“Saya rasa tantangan itu masih banyak, terutama Didalam Situasi ketidakpastian yang ada secara Dunia. Karena Itu kalau Didalam segi Dunia ini memang masih masalah tarif Trump, Setelahnya Itu juga Hubungan Dunia, konflik Ukraina-Rusia maupun Timur Ditengah, maupun Palestina dan Israel. Ini semua masih tentu saja berimbas juga kepada Indonesia,” kata Shinta Pada ditemui Hingga Jakarta, Selasa.
Shinta menilai ketegangan Hubungan Dunia dan Keputusan tarif Trump telah menciptakan ketidakpastian Untuk arus modal dan perdagangan Dunia. Dampaknya, pelaku industri Hingga Indonesia harus lebih berhati-hati Di Membahas keputusan ekspansi maupun Penanaman Modal.
Hingga Samping Itu, penutupan Sambil Itu pemerintah AS atau government shutdown turut menghambat proses Dialog Antar Negara tarif yang masih berjalan Di Indonesia dan AS.
“Karena Itu tentunya itu ada dampaknya juga ya Sebab Pada ini kan pemerintah masih meneruskan Dialog Antar Negara tarif Trump. Karena Itu walaupun kemarin sudah ditetapkan tarif 19 persen, tapi kita masih melanjutkan juga Didalam terus menegosiasikan tambahan-tambahan penurunan tarif terutama Didalam produk-produk yang tidak diproduksi Hingga Amerika dan diproduksi Hingga Indonesia,” kata Shinta.
Ia menyebut beberapa Produk Internasional seperti produk tekstil, karet, dan Minuman menjadi fokus utama Dialog Antar Negara. Tetapi, proses perundingan tertunda akibat dampak politik dan fiskal Hingga AS.
Di Pada Yang Sama, Didalam sisi domestik, daya beli Kelompok masih menjadi Topik utama.
Meski demikian, Shinta mengapresiasi langkah pemerintah yang merilis paket Keputusan ekonomi Sebagai memperkuat daya Bertahan industri. Ia menekankan pentingnya pengawalan pelaksanaan Keputusan agar benar-benar terealisasi dan Mendorong daya beli Kelompok.
“Tentunya ini harus terus kita kawal Sebagai bisa realisasi dan terutama peningkatan daripada daya beli yang ada. Kita lihat Didalam indeks Produksi maupun indeks kepercayaan konsumen juga ini perlu terus ditingkatkan,” ujarnya.
Menurut dia, industri padat karya menjadi sektor yang paling sensitif Pada penurunan daya beli. Karenanya, dunia usaha harus berhati-hati menavigasi situasi ekonomi yang tidak sepenuhnya stabil.
“Sebenarnya kita harus bersama-sama mencoba Sebagai memanfaatkan segala potensi maupun insentif yang diberikan pemerintah ini supaya bisa terus Mendorong walaupun Situasi Di tidak baik-baik saja,” tambahnya.
Baca juga: Apindo menilai ‘government shutdown’ AS menghambat Dialog Antar Negara tarif
Baca juga: Apindo: IEU-CEPA buka Potensi Produk Ekspor dan Penanaman Modal Indonesia
Baca juga: Apindo: Indonesia butuh sistem Pengiriman efisien agar berdaya saing
Artikel ini disadur –> antaranews.com Indonesia News: Apindo soroti sejumlah tantangan Untuk industri RI











