Rencana pemerintah untuk melibatkan bank-bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di inisiatif Koperasi Desa Merah Putih telah terjadi menjadi sorotan.
Di mana, Koperasi Desa Merah Putih ini akan menyasar 70.000 koperasi dengan keperluan dana yang dimaksud dapat mencapai Mata Uang Rupiah 3 miliar hingga Simbol Rupiah 5 miliar per koperasi.
Memang, pelibatan bank-bank pelat merah di acara yang dimaksud masih menjadi opsi. Namun, beberapa pengamat lalu analis pun berpandangan perlunya pengawasan yang dimaksud ketat dan juga implementasi yang apabila memang sebenarnya bank BUMN harus dilibatkan.
Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, pemberian pembiayaan awal untuk setiap koperasi desa yang akan diberikan oleh bank BUMN masih harus memperhatikan asas pemberian kredit yang mana sehat. Tujuannya, risiko bagi bank Himbara dapat dikelola dengan baik.
Bahkan, Josua bilang alangkah lebih lanjut baik jikalau rencana pembiayaan ke desa-desa yang disebutkan menggunakan BUMDes yang digunakan sudah ada ada. Alasannya, BUMDes miliki rekam jejak kemudian kinerja keuangan yang mana baik sehingga memang sebenarnya layak untuk dibiayai.
“Apabila hal yang dimaksud terlaksana, maka kami menilai profitabilitas serta daya saing bank BUMN akan tetap saja terjaga, dan juga bahkan akan meningkatkan penetrasi bank-bank himbara ke level pedesaan,” ujar Josua, Hari Senin (10/3).
Sementara itu, Ekonom Lembaga Keuangan dari Binus University Dody Arifianto mengungkapkan bahwa bagi bankir-bankir bank BUMN memang benar tak mampu menolak penugasan tersebut. Namun, perlu disadari bahwa pada waktu ini bidang perbankan sedang tidak ada baik-baik sekadar apabila menilik kondisi likuiditas maupun kualitas.
Di sisi lain, ia menyoroti program-program Presiden Prabowo Subianto terlalu populis, seperti kegiatan Koperasi Desa Merah Putih ini. Sebab, kegiatan yang dimaksud tak memiliki nilai komersial bagi sektor perbankan.
“Bagi bankir-bankir BUMN itu bagaimana bisa jadi tolak perintah dari bos, yang digunakan ada akan diganti. Padahal kalau bicara dengan pemodal itu pertimbangannya terus-menerus komersial,” ujar Dody, belum lama ini.











