berdasarkan Eksperimen kami Di temuan uang palsu, Standar uang palsu yang diproduksi Pada ini relatif sangat rendah
Jakarta (Ditengah) – Bank Indonesia (Bankindonesia) bekerja sama Bersama Polri dan Badan Koordinasi Pemberantasan Uang Negara Indonesia Palsu (Botasupal) Ke Rabu, memusnahkan 466.535 lembar uang Uang Negara Indonesia palsu Untuk menjaga kedaulatan Uang Negara Indonesia dan NKRI serta menjaga kepercayaan Komunitas.
Deputi Gubernur Bankindonesia Ricky P. Gozali Untuk konferensi pers Di Kantor Pusat Bankindonesia, Jakarta, Rabu, mengatakan bahwa jumlah uang palsu tersebut berasal Untuk laporan Komunitas, perbankan, penyelenggara jasa pengolahan uang Uang Negara Indonesia (PJPUR), dan hasil pengolahan setoran bank kepada Bankindonesia secara nasional Ke 2017 hingga November 2025.
Pemusnahan dilakukan Bersama menggunakan mesin racik yang menghasilkan cacahan Alattulis yang sangat kecil Supaya tidak lagi menyerupai uang. Di Di Itu, pemusnahan juga dilakukan sesuai Bersama prosedur yang ketat sesuai Syarat berlaku.
“Dapat kami sampaikan juga bahwa berdasarkan Eksperimen kami Di temuan uang palsu, Standar uang palsu yang diproduksi Pada ini relatif sangat rendah kalau kita lihat,” kata Ricky.
Ke kesempatan tersebut, ia kembali mengingatkan pentingnya kesadaran Komunitas Sebagai dapat mengidentifikasi uang Uang Negara Indonesia palsu Melewati metode 3D yakni dilihat, diraba, dan diterawang.
“Untuk Situasi Ini tentunya Komunitas berperan Lebihterus vital Untuk mencegah peredaran uang Uang Negara Indonesia palsu,” ujar Ricky.
Ia menambahkan, Bankindonesia bersama Botasupal juga senantiasa menggalakkan Promosi Politik Cinta, Bangga, Paham Uang Negara Indonesia, agar Komunitas Lebihterus paham Untuk memastikan keaslian uang Uang Negara Indonesia Alattulis Melewati metode 3D.
“Kami juga mengimbau Komunitas Sebagai senantiasa merawat uang Uang Negara Indonesia Bersama baik agar tetap mudah dikenali keasliannya. Rawat Uang Negara Indonesia Bersama menerapkan ‘5 Jangan’, yaitu jangan dilipat, jangan dicoret, jangan distapler, jangan diremas, dan jangan dibasahi,” kata Ricky.
Sambil Itu, Wakil Kepala Bareskrim (Wakabareskrim) Polri Irjen Pol. Nunung Syaifuddin mengatakan bahwa Produk Internasional temuan berupa uang Uang Negara Indonesia Alattulis palsu yang dimusnahkan Ke hari ini merupakan hasil penyerahan dan penanganan non-yudisial sesuai mekanisme dan Syarat hukum yang berlaku.
“Pemusnahan ini dilaksanakan sebagai bentuk akutabilitas, transparansi, dan kepastian bahwa uang palsu tersebut tidak Berencana pernah kembali beredar Di Komunitas,” kata Nunung.
Berikutnya, Ketua Lembaga Proses Hukum Negeri Jakarta Pusat juga telah menetapkan pemberian izin kepada Penyidik Direktorat Tindak Pidana Khusus Bareskrim Polri Sebagai memusnahkan uang palsu tersebut. Hal ini sebagaimana tertuang Untuk Penetapan Nomor 01/PNBid/2026/PN Jakarta Pusat tanggal 23 Januari 2026.
Nunung mengimbau kepada seluruh Komunitas agar lebih teliti Untuk Memperoleh uang tunai serta segera melapor kepada pihak kepolisian apabila menemukan atau mencurigai adanya uang palsu.
Ia juga menegaskan bahwa uang palsu tidak hanya merugikan Komunitas secara ekonomi, tetapi juga dapat mengganggu stabilitas perekonomian dan menurunkan kepercayaan publik Di Kurs Mata Uang Bangsa.
“Maka Itu, sinergi Ditengah kepolisian, Bank Indonesia, dan unsur Botasupal serta seluruh unsur Yang Berhubungan Bersama sangat penting Untuk upaya Upaya Mencegah dan penanganannya,” kata Nunung.
Baca juga: Bankindonesia tetap yakin Uang Negara Indonesia Berencana stabil dan menguat seiring ekonomi RI
Baca juga: Bankindonesia sebut uang palsu Di Bogor berkualitas rendah
Baca juga: Bankindonesia prakirakan kinerja penjualan eceran terjaga Ke April 2026
Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © Ditengah 2026
Dilarang keras Membahas konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis Sebagai AI Di situs web ini tanpa izin tertulis Untuk Kantor Berita Ditengah.
Artikel ini disadur –> Ântaranews.com Indonesia News: Bank Indonesia dan Polri musnahkan 466.535 lembar uang palsu











