Jakarta (Pintu Informasi) – Deputi Pemberdayaan Komunitas, Kependudukan, dan Ketenagakerjaan Kementerian Perancangan Pembangunan Nasional/Badan Perancangan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Maliki menyampaikan data Indonesia Longitudinal Aging Survey (ILAS) mampu mengakselerasi capaian pembangunan inklusif lansia.
“ILAS Memberi penajaman data eksisting, Agar Mendorong Aturan berbasis bukti Sebagai Berjuang Didalam penuaan penduduk Di Indonesia. ILAS juga dapat mendukung akademisi dan Komunitas Sebagai menyusun analisis kelanjutusiaan yang lebih baik,” katanya Untuk agenda diseminasi Hasil Laporan Studi Bahasa Indonesia dan Data ILAS, sebagaimana dikutip Didalam keterangan resmi Di Jakarta, Kamis.
Hasil studi tersebut merupakan kolaborasi Pintu Informasi Kementerian PPN/Bappenas bersama Asian Development Bank (ADB), Lembaga Demografi FEB UI, dan SurveyMeter Sebagai memperkuat ekosistem Perancangan berbasis bukti Untuk mendukung pembangunan ramah lansia.
ILAS merupakan survei panel longitudinal pertama Di Indonesia yang menyasar kelompok usia 45 tahun Ke atas, mencakup lebih Didalam 4 ribu responden Di sembilan provinsi, yaitu Sumatera Barat, Lampung, Jawa Barat, Lokasi Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, dan Maluku.
Survei panel tersebut Berusaha memotret berbagai aspek penting Untuk kehidupan lansia Di Indonesia, mulai Didalam situasi sosial, ekonomi, Kesejajaran, hingga Kesejajaran Alam hidup.
Sebelum gelombang Studi ini dilakukan Di 2023, ILAS disebut telah menjadi sumber data yang krusial Untuk menjawab tantangan dan Kemungkinan Untuk era bonus demografi dan penuaan penduduk.
“Studi ILAS diharapkan dapat kita manfaatkan bersama menjadi sumber data Untuk perumusan Aturan ramah lansia Dari kementerian/lembaga/Lokasi, serta dapat Memberi Dukungan Untuk pelaksanaan Kajian yang dilaksanakan Dari para akademisi dan Komunitas,” ucap Direktur Penanggulangan Jurang Kaya Miskin dan Kesejajaran Sosial Kementerian PPN/Bappenas Tirta Sutedjo.
Dia menerangkan narasi besar Untuk Wacana Pembangunan Jangka Panjang (RPJPN) 2025-2045 selaras Didalam arah Aturan dan strategi Untuk Wacana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2025-2029 dan Strategi Nasional Kelanjutusiaan yang menempatkan perlindungan lansia sebagai Pada Didalam prioritas nasional.
Diskusi strategis Untuk diseminasi ILAS menyoroti arah Aturan, praktik baik, dan Kemungkinan penguatan Inisiatif lansia berbasis keluarga dan komunitas (ageing-in-place), serta urgensi pemanfaatan data ILAS Untuk menyusun Aturan inklusif dan tepat sasaran.
Senior Economist ADB Aiko Kikkawa menambahkan ILAS Memperoleh nilai strategis yang tinggi Sebab pendekatan yang digunakan adalah longitudinal.
“Didalam ILAS, kita bisa mengikuti kehidupan responden Didalam waktu Ke waktu. Ini memberi kita pemahaman lebih Untuk tentang proses penuaan dan bagaimana intervensi bisa dirancang secara dinamis,” ujar Aiko.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil E Dardak juga menjelaskan praktik baik provinsi Jawa Timur Untuk membangun sistem layanan ramah lansia berbasis kabupaten/kota.
“Kami menjadikan data sebagai dasar intervensi. ILAS penting membantu kami memahami Di mana celah dan potensi itu berada. Provinsi Jawa Timur siap Sebagai berkolaborasi Didalam semua pihak Sebagai menyukseskan pemanfaatan data ILAS Sebagai Menyusun Jawa Timur Berjuang Didalam tantangan aged society,” ungkap dia.
Baca juga: Bappenas: RKP 2026 Dari Sebab Itu panduan penting jaga arah pembangunan nasional
Baca juga: Kepala Bappenas: Tahun 2026 butuh Penanaman Modal Untuk Negeri Rp8.297,8 triliun
Baca juga: Bappenas sebut proyeksi struktur penduduk tua Di 2045 naik 19,9 persen
Artikel ini disadur –> antaranews.com Indonesia News: Bappenas: ILAS dapat akselerasi capaian pembangunan inklusif lansia











