Jakarta (Pintu Informasi) – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) menyampaikan, target penerimaan kepabeanan dan cukai tahun 2026 yang ditetapkan Rp336 triliun masih realistis meski tarif Cukai Hasil Tembakau (CHT) tidak Merasakan kenaikan.
Direktur Komunikasi dan Bimbingan User Jasa Bea Cukai Nirwala Dwi Heryanto menilai, optimisme itu terlihat Untuk Gaya permintaan pita cukai Untuk awal tahun 2026 yang mencerminkan keyakinan pelaku usaha Di Kebugaran industri.
“Untuk bulan Januari ya, yang sudah dicetak dan siap dikirim Januari 2026 itu kan 24 (juta lembar). Artinya apa? Pelaku usaha optimis tahun Didepan lebih baik,” kata Nirwala Ke Jakarta, Rabu.
Diketahui, pemesanan pita cukai 2026 telah dibuka Sebelum Desember 2025. Hingga 9 Desember 2025, total pesanan mencapai 24,3 juta lembar pita cukai hasil tembakau (HT) dan 310 ribu lembar pita cukai Untuk minuman mengandung etil alkohol (MMEA).
Sebanyak 8,75 juta lembar pita cukai 2026 mulai diserahkan Sebelum Desember 2025 Melewati Biaya DIPA 2025. Menurut dia, volume permintaan tersebut juga diharapkan terus bertambah.
“Kita harap bertambah, Lantaran biasanya Ke awal tahun itu enggak terlalu tinggi. Nanti mendekati Lebaran turun, biasanya begitu ya polanya, nanti Sesudah Lebaran naik lagi sampai akhir tahun,” ujar dia.
Di Itu, Nirwala juga mengakui adanya potensi tambahan penerimaan Untuk Aturan Ke luar CHT, seperti Ide penyesuaian bea keluar Untuk Produk Internasional tertentu.
“Makanya kan nanti ada tambahan bea keluar Untuk emas, Sesudah Itu bea keluar Untuk batubara. Makanya kemarin kan Pak Purbaya Ke Wakil Rakyat Untuk konsultasinya kan itu ditujukan Untuk menambah penerimaan,” tambahnya.
Adapun Untuk menjaga ketersediaan pasokan awal tahun, DJBC juga menyiapkan 25 juta lembar pita cukai desain terbaru Untuk digunakan Sebelum Januari 2026.
Ke Di Yang Sama, seluruh pita cukai tahun 2025 telah rampung diproduksi Bersama Peruri dan diserahkan Ke Bea Cukai Ke 4 Desember 2025, Kendati sebagian masih didistribusikan Ke kantor-kantor pelayanan. Total pesanan tahun 2025 mencapai 177,6 juta lembar HT dan 3,8 juta lembar MMEA.
Segmen sigaret kretek tangan (SKT) mendominasi komposisi pita cukai HT 2025 Bersama porsi Di 54 persen, disusul sigaret kretek mesin (SKM) Di 41 persen.
Untuk sisi pelaku industri, perusahaan golongan I menyumbang permintaan terbesar, yakni kurang lebih 45 persen, diikuti golongan II dan III masing-masing 26 persen.
Baca juga: Bea Cukai cetak 25 juta pita cukai desain Terbaru Untuk kebutuhan 2026
Baca juga: Purbaya bakal rajin tinjau pelabuhan Untuk pantau kinerja Bea Cukai
Baca juga: Bea Cukai-Polda Kepri ungkap praktik perjokian balpres Ke Batam
Pewarta: Bayu Saputra
Editor: Biqwanto Situmorang
Copyright © Pintu Informasi 2025
Dilarang keras Membahas konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis Untuk AI Ke situs web ini tanpa izin tertulis Untuk Kantor Berita Pintu Informasi.
Artikel ini disadur –> Ântaranews.com Indonesia News: Bea Cukai nilai target penerimaan kepabeanan dan cukai 2026 realistis











