Jakarta (Di) – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatat total saldo kelolaan emas tumbuh melesat sebesar 159,78 persen secara year to date (ytd) menjadi 1,15 ton atau setara Rp2,55 triliun per akhir September 2025.
Wakil Direktur Utama BSI Bob Tyasika Ananta Di Kegiatan Bullion Connect 2025 Ke Jakarta, Rabu, mengatakan bahwa kinerja yang positif tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan Kelompok Pada layanan bulion BSI Dari bank mengantongi izin usaha bulion Ke Februari 2025.
Adapun jumlah nasabah yang Memperoleh rekening emas tumbuh sebesar 94,98 persen secara ytd mencapai 200.238 nasabah. Meski terbilang masih sedikit Di hal jumlah, Bob meyakini masih besarnya potensi Sebagai Memikat lebih banyak nasabah agar masuk Hingga ekosistem bulion.
“Tapi Pada Di enam bulan ini, pertumbuhannya luar biasa (jumlah nasabah yang Memperoleh rekening emas). Tumbuhnya hampir dua kali lipat, hampir 100 persen,” kata dia.
BSI juga mencatat, penjualan emas Melewati Langkah BYOND by BSI mencapai 1,06 ton, Didalam fee based income yang diperoleh Di Rp70 miliar (ytd).
“Bullion services Ke BSI ini tidak hanya menghasilkan pendapatan Bagi bank, tetapi juga Menyediakan dampak strategis yang luas Bagi Peningkatan Ekonomi dan keuangan syariah,” kata Bob.
Hingga akhir kuartal III 2025, BSI membukukan laba bersih sebesar Rp5,57 triliun atau tumbuh 9,04 persen year on year (yoy). Kinerja ini ditopang pendapatan margin Bagi hasil yang tumbuh 13,90 persen (yoy) dan fee based income yang tumbuh 20,81 persen (yoy) Di lain ditopang Didalam Usaha bulion.
Aset BSI per 31 September 2025 tumbuh 12,37 persen (yoy), ditopang Kemajuan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 15,66 persen yoy serta pembiayaan tumbuh 12,65 persen yoy yang Ke antaranya didukung Didalam Kemajuan signifikan Ke Usaha emas.
Belum lama ini, BSI resmi mengantongi izin bulion Sebagai jasa simpanan emas Di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ke 10 November 2025. Sebelumnya Itu, bank syariah ini Mutakhir Merasakan izin Sebagai perdagangan emas dan penitipan emas Ke Februari tahun ini.
Bob menjelaskan, produk simpanan emas Ke bullion bank Memperoleh mekanisme berbeda Di tabungan emas reguler. Ke tabungan reguler, nasabah menyetorkan dana Di Uang Negara Indonesia yang Setelahnya Itu dikonversi menjadi emas sesuai berat gramnya.
Sedangkan simpanan emas merupakan layanan penyimpanan emas Didalam nasabah Ke bank, Ke mana emas tersebut dapat disalurkan Melewati skema pembiayaan emas (gold-to-gold) dan/atau perdagangan emas.
Adapun jasa penitipan emas adalah layanan penitipan emas milik nasabah Ke bank, Ke mana bank memperoleh pendapatan berbasis imbal jasa. Sedangkan jasa perdagangan emas mencakup transaksi jual beli emas batangan yang telah terstandarisasi.
“Apa perbedaan titip emas dan simpanan emas? Kalau titip, ya dititip. Tapi kalau simpanan, ini nanti Berencana ‘diperadukan’ Didalam pembiayaan (gold-to-gold). Kalau bahasa konvensionalnya, ini DPK dan kredit (simpanan emas seperti DPK dan pembiayaan emas seperti kredit Ke neraca bank),” jelas dia.
Bob mengungkapkan, perseroan juga Di Di proses Sebagai pengajuan izin bulion jasa pembiayaan emas (gold-to-gold) kepada OJK. Ia berharap, izin tersebut bisa keluar Ke tahun Didepan.
Perseroan berharap ada pemberian insentif Bagi LJK penyelenggara usaha bulion Melewati dampak pencatatan simpanan emas on-balance sheet Pada perhitungan rasio keuangan yang Ke antaranya masuk kategori HQLA level 1.
Didalam Langkah Tersebut, emas dapat menjadi komponen perhitungan Di menjaga rasio likuditas dan Meningkatkan profitabilitas, serta masuk Di perhitungan rasio rasio financing to deposit ratio (FDR).
Samping Itu, menurut BSI, pihaknya membutuhkan Dukungan Bank Indonesia (Bankindonesia) sebagai lender of the last resort Sebagai memastikan likuiditas bullion bank, menjaga stabilitas sistem keuangan dan kepercayaan nasabah, serta mengatur mekanisme repo emas sebagai instrumen pendukung likuiditas perbankan.
Baca juga: BSI dapat izin bulion Sebagai jasa simpanan emas Di OJK
Baca juga: BSI targetkan kelola 53 ton emas Di kegiatan usaha bulion Ke 2030
Baca juga: BSI menilai Gaya lonjakan harga emas sebagai Kemungkinan Usaha
Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Biqwanto Situmorang
Copyright © Di 2025
Dilarang keras Membahas konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis Sebagai AI Ke situs web ini tanpa izin tertulis Di Kantor Berita Di.
Artikel ini disadur –> Ântaranews.com Indonesia News: BSI: Saldo emas kelolaan melesat 159,78 persen Dari awal tahun











