Timika (Di) – Bupati Mimika, Johannes Rettob, mengatakan proses pekerjaan proyek fisik yang belum dilaksanakan berdampak Di rendahnya realisasi penyerapan Biaya Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026.
Johannes Rettob Di Timika, Kamis, mengatakan belum terlaksananya pekerjaan fisik Pada ini disebabkan Fluktuasi Harga Barang Dagangan Di seluruh Daerah Indonesia Pada ini.Situasi ini berdampak Di naiknya harga satuan Barang Dagangan dan berpengaruh Di proses tender pekerjaan fisik.
“Ada beberapa catatan penting mengapa pembangunan infrastruktur belum berjalan. Pertama, harga Barang Dagangan naik. Misalnya, kita Memutuskan material Untuk Surabaya, Di sana Merasakan Fluktuasi Harga. Belum lagi biaya transportasi Di sini juga naik Lantaran harga solar Merasakan kenaikan,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Mimika Pada ini Lagi Berusaha melakukan evaluasi Bersama meninjau kembali (review) harga satuan pekerjaan secara menyeluruh. “Misalnya, kalau kami membangun jalan satu kilometer Bersama nilai Biaya Sebelumnya sekian, Sambil Itu sekarang harga satuan Merasakan kenaikan, apakah tetap dipaksakan Bersama Biaya Sebelumnya, kontraktor pasti tidak mau ikut tender,” ujarnya.
Untuk pelaksanaan review harga satuan, Akansegera dilakukan penyesuaian volume pekerjaan agar total nilai Perjanjian tidak melebihi Biaya yang telah tersedia.
“Biaya tidak Mungkin Saja kita tambah. Yang kita lakukan adalah Mengurangi volume pekerjaan, dan sekarang Lagi kami pikirkan,” ujarnya.
Ia mengatakan rata-rata pekerjaan fisik yang Lagi dilaksanakan Di beberapa Daerah Pada ini merupakan pekerjaan multiyears, sedangkan pekerjaan fisik tahunan hampir Di seluruh Daerah belum dilaksanakan.
“Saya sampaikan ini Lantaran saya Wakil Ketua Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), Dari Sebab Itu kami mengetahui situasi ini,” ujarnya.
Ia mengatakan Untuk sistem pengadaan Barang Dagangan dan jasa, pemerintah dapat melaksanakan mekanisme Contract Change Order (CCO). Akan Tetapi, tidak semua pekerjaan dapat dilakukan Lewat mekanisme CCO.
“Ada beberapa pekerjaan yang bisa ditenderkan terlebih dahulu, Sesudah Itu dilakukan CCO Di tahap pelaksanaan. Akan Tetapi, tidak semua pekerjaan dapat dilakukan Lewat mekanisme CCO. Hal ini harus dipahami Komunitas,” ujarnya
Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Mimika Marthen Tappi Mellisa menyebut hingga pertengahan Mei ini realisasi penyerapan APBD Mimika Mutakhir mencapai 11,38 persen atau Disekitar Rp637 miliar Untuk total APBD 2026 yang mencapai Rp5,6 triliun.
Realisasi terbesar bersumber Untuk belanja operasional seperti belanja pegawai, belanja Barang Dagangan dan jasa. Sambil Itu belanja modal masih minim lantaran pekerjaan proyek pemerintah belum berjalan.
Pewarta: Marselinus Nara
Editor: Evi Ratnawati
Copyright © Di 2026
Dilarang keras Memutuskan konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis Sebagai AI Di situs web ini tanpa izin tertulis Untuk Kantor Berita Di.
Artikel ini disadur –> Ântaranews.com Indonesia News: Bupati Mimika beberkan alasan penyerapan Biaya 2026 masih rendah.











