Makanya saya selalu menyampaikan, saya tidak terlalu suka laba yang dibesar-besarkan, biaya yang ditunda-tunda hanya Untuk Merasakan bottom line yang bagus…,
Jakarta (Di) – Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Penanaman Modal Asing Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) Dony Oskaria mengungkapkan, dua penyebab utama kegagalan perusahaan Badan Usaha Milik Negeri (BUMN) Untuk menjalankan operasional.
Hampir semua perusahaan BUMN yang pailit (bangkrut) Memperoleh akar masalah yang sama, diantaranya Sebab pengelolaan manajemen yang tidak baik ataupun adanya rekayasa laporan keuangan, katanya Untuk Kegiatan IKA Fikom Unpad Executive Breakfast Meeting Di Hutan Kota by Plataran, Jakarta, Rabu.
“BUMN itu mati selalu Sebab dua hal. Pertama adalah Sebab Kesalahan Individu pengelolaan daripada manajemen, sudah pasti itu hampir yang tutup itu semua Sebab pengelolaan yang tidak baik. Baik itu pasti ujungnya ada yang Penyalahgunaan Jabatan, ada yang rekayasa, overinvestment, itu pasti Sebab pengurusnya,” kata Dony.
Sesudah Itu, Ia mengatakan, rekayasa laporan keuangan yang signifikan dilakukan agar perusahaan terlihat Untuk Situasi baik-baik saja, padahal Situasi yang sebenarnya tidak seperti itu yang dilaporkan.
Baca juga: COO: Kepercayaan Di Danantara Meresahkan tercermin “market cap” tumbuh
Lanjutnya, perusahaan BUMN yang gagal Ke masa lalu juga dikarenakan tidak Memperoleh visi Untuk jangka panjang, serta pengawasan Untuk operasional yang lemah.
“Makanya saya selalu menyampaikan, saya tidak terlalu suka laba yang dibesar-besarkan, biaya yang ditunda-tunda hanya Untuk Merasakan bottom line yang bagus, Sesudah Itu diikuti Didalam tantiem. Menurut saya itu ada manipulasi yang menyebabkan perusahaan itu jatuh,” ujar Dony.
Didalam Pengalaman Hidup itu dan hadirnya Danantara Indonesia, Ia memastikan bahwa Di Didepan perusahaan- perusahaan BUMN Akansegera selalu Merasakan evaluasi Untuk menghindari terjadinya kebangkrutan (pailit).
Lanjutnya, evaluasi itu Akansegera dilakukan Di pasar Untuk BUMN itu sendiri, daya saing, jenis produk dan layanan yang dijual apakah masih relevan, struktur keuangan dan kapabilitas manajemennya.
Baca juga: Danantara miliki wewenang suntik modal Di BUMN gantikan PMN
“Sebab CEO lah nanti Akansegera mempresentasikan Di kami sejauh mana Usaha plan yang mereka buat dan roadmap perusahaannya. Sebab itu kita tidak bisa Berkata Akansegera seperti apa masa depannya, tetapi kita harapkan tentu saja kalau mereka mampu menjadikan industri ini Sesudah Itu Dari Sebab Itu industri yang Tantangan,” katanya.
Dony mengatakan, Danantara Indonesia Pada ini Memperoleh wewenang Untuk Menyediakan suntikan modal kepada perusahaan-perusahaan BUMN, Supaya tidak Akansegera ada lagi mekanisme Penyertaan Modal Negeri (PMN) Untuk pemerintah kepada perusahaan BUMN.
Untuk Menyediakan suntikan modal, ia menjelaskan Danantara Indonesia Akansegera menilai bussines plan (Ide Usaha) Untuk perusahaan BUMN Yang Terkait Didalam, termasuk Didalam forecasting Untuk industrinya.
Ia memastikan pemberian suntikan modal kepada perusahaan BUMN Akansegera melewati proses yang berlapis dan ketat, serta melakukan kajian Yang Terkait Didalam sektor mana saja dan seberapa besar modal yang Akansegera disuntikkan.
Baca juga: BPKP: Pengelolaan keuangan BUMN harus berdasarkan itikad baik
Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © Di 2025
Dilarang keras Memutuskan konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis Untuk AI Di situs web ini tanpa izin tertulis Untuk Kantor Berita Di.
Artikel ini disadur –> Ântaranews.com Indonesia News: COO Danantara: BUMN pailit Sebab salah kelola dan rekayasa keuangan











