Rockstar Games.
JAKARTA – Pengembang Grand Theft Auto 6 (GTA 6), Rockstar Games, kembali Merasakan pembobolan data Dari kelompok peretas yang mengancam Berencana membocorkan materi yang mereka dapatkan kecuali Rockstar membayar tebusan. Pembobolan data ini telah dikonfirmasi Dari Rockstar, yang mengatakan Hacking tersebut “tidak berdampak Di organisasi kami atau Olahragawan kami.”
Kartu Peringatan data ini pertama kali dilaporkan Dari The Cybersec Guru Di akhir pekan lalu. Sekelompok peretas bernama ShinyHunters mengklaim Di Sabtu (11/4/2026) bahwa mereka telah membobol data Rockstar Games Lewat Anodot, sebuah perusahaan analitik pihak ketiga yang digunakan Dari pengembang Sebagai Menyimak biaya cloud. Repositori data Rockstar sendiri tidak dibobol Untuk Perkara Hukum Hukum ini.
Kelompok peretas tersebut dilaporkan telah menetapkan tenggat waktu Untuk Rockstar Sebagai membayar atau Merasakan kebocoran data.
“Bayar atau bocorkan,” kata kelompok itu, sebagaimana dilansir Gadgets 360. “Ini adalah peringatan terakhir Sebagai menghubungi kami Sebelumnya 14 April 2026, Sebelumnya kami membocorkan data, beserta beberapa masalah digital menjengkelkan yang Berencana Anda alami. Buatlah keputusan yang tepat, jangan menjadi berita utama berikutnya.”
Rockstar Lalu mengonfirmasi Kartu Peringatan tersebut, tetapi memastikan bahwa data tersebut berisi “informasi perusahaan yang tidak material” yang tidak Berencana berdampak Di Olahragawan.
Artikel ini disadur –> 0kezone.com Indonesia News: Data Pengembang GTA 6 Rockstar Games Dibobol, Peretas Minta Tebusan : Pintu Informasi Ototekno











