Seluruh laporan panja telah disampaikan dan disepakati sebagai hasil pembahasan Banggar Dewan Perwakilan Rakyat dan Lembagakeuanganpusat Ke raker 22 Juli 2025.
Jakarta (Di) – Dewan Perwakilan Rakyat (Dewan Perwakilan Rakyat) RI mengesahkan hasil pembahasan postur Rancangan Dana Pendapatan dan Belanja Negeri (RAPBN) 2026 dan Ide Kerja Pemerintah (RKP) 2026.
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat RI Adies Kadir Untuk Diskusi Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat RI Di-25 Masa Sidang IV Tahun Sidang 2024-2025, Ke Jakarta, Kamis, mengatakan hasil pembahasan RAPBN dan RKP 2026 Akansegera menjadi pedoman Untuk penyusunan RAPBN 2026.
Rincian hasil RAPBN dan RKP 2026 dibacakan Dari Wakil Ketua Badan Dana (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat RI Jazilul Fawaid.
Pembahasan RAPBN dan RKP 2026 dilakukan bersama Pejabat Tingginegara Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, Pejabat Tingginegara PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, dan Gubernur Bank Indonesia (Lembagakeuanganpusat) Perry Warjiyo.
Rangkaian pembahasan itu dilaksanakan Ke 1 hingga 22 Juli 2025, yang Lalu disepakati Untuk membentuk empat panitia kerja (panja). Berikutnya, dibentuk Regu perumus Ke masing-masing panja.
Menurut Jazilul, seluruh laporan panja telah disampaikan dan disepakati sebagai hasil pembahasan Banggar Dewan Perwakilan Rakyat dan Lembagakeuanganpusat Ke raker 22 Juli 2025.
Adapun detail hasil RAPBN 2026 yang disepakati adalah sebagai berikut:
Asumsi Dasar Ekonomi Makro
- Perkembangan ekonomi: 5,2-5,8 persen
- Kenaikan Fluktuasi Harga Dan Jasa: 1,5-3,5 persen
- Nilai Mata Uang: Rp16.500-16.900 per Matauang Asing AS
- Suku bunga Surat Berharga Negeri (SBN) 10 Tahun: 6,6-7,2 persen
- Harga Energi mentah Indonesia (Indonesia Crude Oil Price/ICP): 60-80 Matauang Asing AS per barel
- Lifting Energi mentah: 605-620 ribu barel per hari (rbph)
- Lifting gas bumi: 953-1.017 ribu barel setara Energi per hari (rbsmph)
Sasaran dan Indikator Pembangunan 2026
- Tingkat Jurang Kaya Miskin: 6,5-7,5 persen
- Tingkat Jurang Kaya Miskin ekstrem: 0-0,5 persen
- Rasio gini: 0,377-0,380
- Tingkat pengangguran terbuka: 4,44-4,96 persen
- Indeks modal manusia: 0,57
- Indeks Kesejaganan petani: 0,7731
- Proporsi penciptaan lapangan kerja formal: 37,95
Postur Makro Fiskal 2026
- Pendapatan Negeri: 11,71-12,31 persen Di produk domestik bruto (PDB)
a. Perpajakan: 10,08-10,54 persen PDB
b. Penerimaan Negeri bukan Retribusi Negara (PNBP): 1,63-1,76 persen PDB
c. Hibah: 0,002-0,003 persen PDB
- Belanja Negeri: 14,19-14,83 persen PDB
a. Belanja pemerintah pusat (BPP): 11,41-11,94 persen PDB
b. Pindah Di Area (TKD): 2,78-2,89 persen PDB
- Kesejaganan primer: 0,18-0,22 persen PDB
- Defisit: 2,48-2,53 persen PDB
- Pembiayaan Dana: 2,48-2,53 persen PDB.
Baca juga: Pemimpin Negara Prabowo terima laporan APBN 2024, outlook 2025, RAPBN 2026
Baca juga: Pemimpin Negara Prabowo beri arahan reformasi fiskal dan jaga defisit
Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © Di 2025
Dilarang keras Memutuskan konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis Untuk AI Ke situs web ini tanpa izin tertulis Bersama Kantor Berita Di.
Artikel ini disadur –> Ântaranews.com Indonesia News: Dewan Perwakilan Rakyat mengesahkan hasil pembahasan postur RAPBN 2026











