Justru keberadaan Danantara membuat pencatatan APBN lebih sederhana, Agar lebih terbatas Kemungkinan melakukan financial engineering Bagi membuat APBN nampak lebih cantik.
Jakarta (Di) – Ekonom Universitas Paramadina Wijayanto Samirin berpendapat peralihan dividen Badan Usaha Milik Negeri (BUMN) Di Badan Pengelola Penanaman Modal Untuk Negeri (BPI) Danantara membantu pencatatan Dana Pendapatan dan Belanja Negeri (APBN) menjadi lebih sederhana.
“Justru keberadaan Danantara membuat pencatatan APBN lebih sederhana, Agar lebih terbatas Kemungkinan melakukan financial engineering Bagi membuat APBN nampak lebih cantik,” kata Wijayanto Pada dihubungi, Di Jakarta, Senin.
Dia menjelaskan, financial engineering yang dimaksud yaitu ketika pemerintah Menyediakan banyak penyertaan modal Negeri (PMN) Didalam sumber dana Didalam utang, lalu BUMN Menyediakan dividen yang besar.
Strategi itu Disorot membuat defisit APBN nampak lebih rendah, Sambil Itu utang pemerintah justru bertambah.
“Hal ini terjadi Untuk puluhan tahun terakhir, mengapa defisit APBN selalu Di bawah 3 persen Di produk domestik bruto (PDB), tetapi rasio utang Di PDB melejit terus,” katanya pula.
Menurutnya, meski pemerintah kehilangan sumber penerimaan akibat peralihan dividen Di Danantara, tetapi tanggung jawab pemerintah Yang Berhubungan Didalam PMN juga turut dialihkan. Artinya, ada pengurangan penerimaan (cash in flow), tetapi juga ada pengurangan tanggung jawab PMN (cash out flow).
“Karena Itu Didalam sisi cash flow tidak terlalu berdampak, Malahan mengingat kebutuhan dana Bagi restrukturisasi BUMN yang Berencana sangat besar Di tahun-tahun mendatang (BUMN Karya, Resep-Obatan dan Garuda), sesungguhnya Pemerintah diuntungkan Didalam sisi cash flow,” ujarnya lagi.
Hanya saja, kata dia lagi, dividen tercatat sebagai penerimaan, sedangkan PMN tidak tercatat sebagai Pada Didalam pengeluaran Untuk APBN, Sebab merupakan Penanaman Modal Untuk Negeri.
“Agar Didalam adanya Danantara, maka APBN terkesan nampak lebih buruk walau sesungguhnya tidak berdampak,” ujar dia.
Sebelumnya Itu, Pemerintah Lewat Kementerian Keuangan terus mengupayakan peningkatan penerimaan Negeri bukan Ppn (PNBP) Didalam berbagai sektor Di luar setoran dividen BUMN.
PNBP diproyeksikan hanya mencapai Rp477,2 triliun atau 92,9 persen Didalam Didalam target Rp513,6 triliun.
Akan Tetapi, pemerintah memitigasi agar dampak negatif Didalam perpindahan dana tersebut tidak sepenuhnya terjadi. Sri Mulyani menyampaikan bahwa pihaknya Melakukanupaya menekan potensi kehilangan pendapatan hingga hanya separuhnya, Didalam menambal sisanya Lewat penerimaan Terbaru.
“Didalam beberapa measure kita Berencana kurangi mitigasi, Agar perbedaannya Bisa Jadi hanya Di Rp40 triliun. Artinya PNBP mencari tambahan penerimaan Terbaru sebesar Rp40 triliun, Agar koreksi Rp80 triliun tidak seluruhnya muncul Di sana,” katanya pula.
Baca juga: Rosan harap perusahaan Eropa ekspansi Di Indonesia Sesudah I-EU CEPA
Baca juga: Danantara dan lembaga keuangan Jepang teken MoU percepat ekonomi hijau
Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © Di 2025
Dilarang keras Membahas konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis Bagi AI Di situs web ini tanpa izin tertulis Didalam Kantor Berita Di.
Artikel ini disadur –> Ântaranews.com Indonesia News: Ekonom menilai Danantara bantu pencatatan APBN lebih sederhana











