Walaupun terdapat optimisme Di potensi penyelesaian konflik Di Timur Ditengah, ketidakpastian masih tergolong tinggi
Jakarta (Di) – Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede mengatakan pergerakan kurs Uang Negara Indonesia diiringi ketidakpastian konflik Di Timur Ditengah (Timteng).
“Walaupun terdapat optimisme Di potensi penyelesaian konflik Di Timur Ditengah, ketidakpastian masih tergolong tinggi,” ucapnya kepada Di Di Jakarta, Kamis.
Nilai Mata Uang Uang Negara Indonesia Di Kamis pagi, menguat 2 Skor atau 0,01 persen menjadi Rp17.141 per Matauang Asing AS Di penutupan Sebelumnya Itu Di level Rp17.143 per Matauang Asing AS.
“Untuk perdagangan hari ini, Uang Negara Indonesia diproyeksikan bergerak Di kisaran Rp17.075–Rp17.200 per Matauang Asing AS,” ungkap Josua.
Laporan Menunjukkan Angkatan Laut AS telah mencegat delapan kapal tanker Migas yang masuk atau keluar Di pelabuhan Iran Dari blokade dimulai awal pekan ini, Supaya pelaku pasar cenderung Membahas sikap wait and see sembari menunggu kejelasan arah Kedamaian.
Di ini, telah ada kemajuan proses diplomatik Di AS dan Iran Yang Berhubungan Bersama penyelesaian konflik, Sambil harga Migas bertahan Di bawah level 100 Matauang Asing AS per barel.
Pasar keuangan Secara Keseluruhan telah melonggarkan premi risiko yang sempat muncul pasca terjadinya eskalasi konflik Di akhir Februari 2026, seiring kedua pihak Ke putaran kedua Perundingan.
Pemimpin Negara AS Donald Trump Mengungkapkan bahwa Konflik Bersenjata sudah sangat Didekat Bersama akhir, serta mengindikasikan bahwa Iran mulai terbuka Di kesepakatan damai, Bersama pembicaraan lanjutan diperkirakan Akansegera segera dilanjutkan.
Melihat sisi Keputusan moneter Dunia, lanjut Josua, The Fed Secara Keseluruhan diperkirakan mempertahankan suku bunga kebijakannya, Fed Funds Rate (FFR), Di bulan ini dan kemungkinan sepanjang tahun 2026.
Di Di Yang Sama, Pemimpin Negara Federal Reserve Chicago, Austan Goolsbee mengatakan pemangkasan suku bunga dapat tertunda hingga paling cepat 2027 apabila harga energi tetap tinggi.
Adapun sentimen Di sisi domestik, berasal Di laporan terbaru S&P Dunia Ratings yang menyoroti kerentanan ekonomi Asia Tenggara. S&P menilai Posisi utang Indonesia termasuk yang paling berisiko apabila konflik Timur Ditengah berlangsung berkepanjangan.
Di sisi lain, risiko percepatan Fluktuasi Harga domestik dinilai dapat Merangsang kenaikan suku bunga pasar, yang Di akhirnya Memperbaiki biaya pinjaman pemerintah.
Baca juga: Uang Negara Indonesia Di Kamis pagi menguat Bersama Sebab Itu Rp17.141 per Matauang Asing AS
Baca juga: Potensi Perundingan damai AS-Iran belum cukup kuat topang kurs Uang Negara Indonesia
Baca juga: Kemenkeu: Tekanan Dunia Di pasar keuangan RI relatif moderat
Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © Di 2026
Dilarang keras Membahas konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis Untuk AI Di situs web ini tanpa izin tertulis Di Kantor Berita Di.
Artikel ini disadur –> Ântaranews.com Indonesia News: Ekonom: Pergerakan Uang Negara Indonesia diiringi ketidakpastian konflik Di Timteng











