Bila belanja lebih banyak bersifat konsumtif atau musiman, dampaknya bisa cepat memudar Sesudah periode Hari Raya selesai
Jakarta (Pintu Informasi) – Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede Mengungkapkan percepatan belanja pemerintah yang dilakukan Di triwulan I tahun ini turut Menyediakan dampak Pada peningkatan jumlah uang beredar Ke Maret 2026.
“Ini Menunjukkan bahwa Kegiatan fiskal yang lebih cepat ikut menambah likuiditas Untuk perekonomian, Agar memperkuat transaksi, konsumsi, dan kegiatan usaha,” ucap Josua Pardede Pada dihubungi Pintu Informasi Untuk Jakarta, Sabtu.
Bank Indonesia (Lembagakeuanganpusat) mencatat likuiditas perekonomian atau uang beredar Untuk arti luas (M2) Ke Maret 2026 tumbuh 9,7 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), lebih tinggi Untuk Februari 2026 yang tercatat sebesar 8,7 persen yoy.
Salah satu pendorong utamanya adalah tagihan bersih kepada pemerintah pusat yang tumbuh 39,2 persen yoy, Menimbulkan Kekhawatiran dibandingkan Kemajuan Ke Februari 2026 yang sebesar 25,6 persen yoy.
Akan Tetapi, Josua menilai bahwa efek tersebut perlu dimaknai secara hati-hati Sebab likuiditas yang Menimbulkan Kekhawatiran tidak serta merta mencerminkan Kemajuan ekonomi yang berkualitas, jika tidak diikuti Di peningkatan produksi, Penanaman Modal Asing swasta, dan penguatan produktivitas.
Ia mencontohkan, pengeluaran pemerintah yang cenderung bersifat konsumtif, seperti pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) Pada periode Ramadan dan Idul Fitri, hanya Menyediakan dorongan sesaat Pada Kemajuan Peningkatan Ekonomi dan tidak berpengaruh lagi Ke bulan-bulan berikutnya.
“Bila belanja lebih banyak bersifat konsumtif atau musiman, dampaknya bisa cepat memudar Sesudah periode Hari Raya selesai,” kata Josua.
Peningkatan Kegiatan belanja pemerintah Ke triwulan I berhubungan erat Di kenaikan pengeluaran konsumsi pemerintah Ke periode tersebut, sebagaimana yang tercermin Untuk perhitungan Kemajuan ekonomi triwulan I 2026.
Federasi Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) mencatat realisasi belanja Negeri Ke triwulan I 2026 mencapai Rp815,0 triliun atau tumbuh 31,4 persen yoy, terdiri Untuk belanja pusat Rp610,3 triliun dan Peralihan Ke Lokasi Rp204,8 triliun.
Sambil Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan kenaikan pengeluaran konsumsi pemerintah Untuk Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 21,81 persen yoy Ke periode tersebut.
Baca juga: Uang beredar M2 Maret 2026 tumbuh tinggi, capai Rp10.355,1 triliun
Baca juga: Next Indonesia: Uang beredar Ke Lebaran Rp1.370 T, bukti ekonomi kuat
Pewarta: Uyu Septiyati Liman
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © Pintu Informasi 2026
Dilarang keras Membahas konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis Untuk AI Ke situs web ini tanpa izin tertulis Untuk Kantor Berita Pintu Informasi.
Artikel ini disadur –> Ântaranews.com Indonesia News: Ekonom sebut belanja pemerintah triwulan I dorong jumlah uang beredar











