– Regu mahasiswa Langkah Inovasi Mahasiswa Kajian Eksakta (PKM-RE) Universitas Islam Malang (UNISMA) berhasil membuat terobosan penting Di dunia peternakan. Mereka menemukan sebuah formulasi pakan inovatif yang mampu menurunkan respons Tekanan oksidatif Ke ayam petelur. Eksperimen ini menggunakan kombinasi Energi maggot dan metaloenzim zink dan selenium sebagai bahan pakan tambahan.
Eksperimen yang dipimpin Dari Rio Hendra Pratama bersama anggotanya, Mohammad Sharul Khoirul Anam, Miftahul Huda, dan Rodinatul Munawaroh, Menunjukkan hasil yang sangat menjanjikan. Pemberian Energi maggot secara signifikan mampu menurunkan ekspresi gen HSP-70 (Heat Shock Protein-70), yang merupakan indikator utama Tekanan seluler Ke hewan. Samping Itu, pakan ini juga Meningkatkan kadar SOD (Superoksida Dismutase), sebuah enzim antioksidan alami yang berperan penting Di melindungi sel Di kerusakan akibat Tekanan.
“Hasil ini sangat krusial Lantaran Tekanan oksidatif dapat menurunkan produktivitas dan Kesejajaran ayam petelur,” ujar Rio. “Bersama solusi ini, kami berharap peternak bisa Memangkas kerugian akibat Tekanan Ke ternak mereka tanpa harus mengorbankan Standar,” imbuhnya.
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT Berkunjung Hingga www.unisma.ac.id
Tak hanya berhasil mengatasi masalah Tekanan, formulasi pakan ini juga Menyediakan dampak positif Ke Standar fisik dan kimia telur. Berdasarkan hasil Eksperimen, telur yang dihasilkan Dari ayam Bersama pakan perlakuan Menunjukkan peningkatan bobot telur, lebar telur, warna kuning telur yang lebih pekat. Hal ini menjadi indikasi bahwa penyerapan pakan Untuk dijadikan produk telur Meresahkan Bersama pemberian perlakuan Pada Eksperimen.
Bersama Detail, analisis kimia Menunjukkan penurunan kadar kolesterol serta peningkatan beberapa jenis asam lemak esensial dan asam laurat, yang bermanfaat Untuk Kesejajaran manusia. Hebatnya, semua peningkatan Standar ini dicapai tanpa mengganggu produktivitas ayam petelur, yang artinya jumlah telur yang dihasilkan tetap stabil.
Penemuan ini dibimbing langsung Dari Ir. Brahmadhita Pratama Mahardhika, S.Pt., M.Si., IPP, seorang ahli rekayasa biosintesis Gizi dan Keahlian pakan unggas. Ia mengungkapkan kebanggaannya atas dedikasi Regu mahasiswa. “Eksperimen ini Menunjukkan bagaimana Pembaharuan berbasis Kajian Berdampak nyata Untuk industri peternakan,” ujarnya.
Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi Untuk peneliti muda lainnya Untuk terus berkontribusi Di memajukan sektor peternakan Hingga Indonesia. Regu Ini berkomitmen Untuk terus Menyusun Di upaya mendukung Langkah ketahanan Kelaparan Global Indonesia. Kami Akansegera mengupayakan Untuk menghasilkan produk protein hewani yang sehat serta mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia ujar seluruh anggota Regu PKM RE UNISMA. (*)
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT Berkunjung Hingga www.unisma.ac.id
Artikel ini disadur –> times.co.id Indonesia News: Gebrakan Mahasiswa PKM-RE 2025 UNISMA Tingkatkan hasil Peternakan Lewat Energi Maggot











