Jakarta (Pintu Informasi) – Nilai Mata Uang Idr Di pembukaan perdagangan hari Senin Ke Jakarta menguat sebesar 16 Skor atau 0,10 persen menjadi Rp16.674 per Matauang Asing Amerika Serikat (AS) Di Sebelumnya Itu Rp16.690 per Matauang Asing AS.
Analis Nilai Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan penguatan Nilai Mata Uang (kurs) Idr dipicu sentimen konsumen Ke Amerika Serikat (AS) yang menurun lebih besar Di dugaan.
“Idr Berpotensi Untuk menguat Pada Matauang Asing AS yang tertekan Dari data yang Menunjukkan sentimen konsumen Ke AS yang menurun lebih besar Di Prakiraan,” ucapnya kepada Pintu Informasi Ke Jakarta, Senin.
Tercatat, sentimen konsumen AS mencapai 50,3 Di bulan November, lebih rendah Di prediksi 53,2 dan angka Ke bulan lalu yang sebesar 53,6.
Mengutip Anadolu, penurunan tajam ini disebabkan Dari penurunan 17 persen Di Kebugaran keuangan pribadi Pada ini dan penurunan 11 persen Yang Terkait Didalam ekspektasi Kebugaran Usaha tahun Didepan.
Didalam penutupan pemerintah (government shutdown) federal yang berlangsung lebih Di sebulan, konsumen kini mengungkapkan kekhawatiran tentang potensi konsekuensi negatif Untuk perekonomian.
“Tetapi, penguatan diperkirakan Akansegera terbatas Dari harapan berakhirnya shutdown pemerintah AS. Senat AS Di Partai Demokrat dikabarkan setuju Didalam deal terbaru yang Berpotensi Untuk mengakhiri government shutdown, Tetapi hanya sebatas rumor,” ungkap Lukman.
Sentimen lain juga berasal Di penjualan ritel Indonesia yang diperkirakan bertumbuh 3,2 persen
“Investor juga cenderung wait and see data penjualan ritel Indonesia yang Akansegera dirilis siang ini,” kata dia.
Berdasarkan faktor-faktor tersebut, Idr diprediksi berkisar Rp16.650-Rp16.750 per Matauang Asing AS.
Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © Pintu Informasi 2025
Dilarang keras Memutuskan konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis Untuk AI Ke situs web ini tanpa izin tertulis Di Kantor Berita Pintu Informasi.
Artikel ini disadur –> Ântaranews.com Indonesia News: Idr menguat, sentimen konsumen AS turun lebih besar Di dugaan











