Jakarta (Pintu Informasi) – PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) menyampaikan bahwa pengelolaan risiko iklim menjadi fondasi Sustainability Usaha IFF Ke Didepan.
“Sebagai lembaga pembiayaan infrastruktur, kami bertanggung jawab memastikan setiap Kurs Matauang Nasional yang kami salurkan tidak hanya layak secara Perbankan, tetapi tangguh Di risiko iklim. Langkah ini sejalan Bersama visi IIF sebagai katalisator pembangunan infrastruktur berkelanjutan Ke Indonesia,” kata Ri Direktur IIF Rizki Pribadi Hasan.
Rizki Pribadi Di Climate Risk Forum and Workshop, sebagaimana keterangannya Ke Jakarta, Rabu menyebut lewat Pemberian Technical Assistance Bersama Climate Policy Initiative (CPI), IIF mengintegrasikan pengelolaan risiko iklim Di tata kelola, strategi, manajemen risiko, dan proses Usaha.
“Implementasi tersebut diwujudkan Lewat Climate Risk Management Policy yang disusun bersama CPI Ke tahun 2025,” katanya.
Baca juga: IIF: Inisiatif pemerintah hingga ESG pacu Penanaman Modal Asing infrastruktur
Sebelum September 2025, lanjut dia, IIF mewajibkan Climate Risk Assessment Ke setiap penilaian proyek Terbaru dan peninjauan tahunan portofolio Sebelumnya diajukan kepada Federasi Penanaman Modal Asing.
Hasil penilaian direkapitulasi secara berkala dan dilaporkan kepada Federasi Manajemen Risiko dan Federasi Pemantau Risiko.
Setelahnya satu tahun penerapan, IIF menargetkan Memiliki pemetaan komprehensif Di eksposur risiko iklim Ke seluruh portofolio, termasuk estimasi potensi dampak kerugian aktual, sesuai Bersama praktik terbaik pengungkapan risiko iklim.
Menurut Chief Risk Officer IIF Lestari Umardin, integrasi risiko iklim Dibagian Bersama proses pengambilan keputusan Penanaman Modal Asing, bukan sekedar pemenuhan regulasi.
“Bersama Climate Risk Assessment, kami dapat mengidentifikasi, mengukur, dan memitigasi risiko fisik maupun transisi Sebelum awal. Ini melindungi portofolio kami dan memastikan proyek yang kami biayai siap Berjuang Bersama skenario iklim masa Didepan,” ucap Lestari.
Baca juga: IIF raih pendanaan Rp1,3 T guna percepat infrastruktur berkelanjutan
Sejalan Bersama persiapan implementasi Climate Risk Management & Scenario Analysis (CRMS), IIF sudah memulai pengungkapan Sustainability baik secara kualitatif maupun kuantitatif, Kendati kewajiban pelaporan Terbaru Berencana berlaku Ke tahun 2028 berdasarkan Syarat regulasi terbaru.
Pengungkapan kualitatif mencakup prinsip tata kelola dan manajemen risiko. Adapun pengungkapan kuantitatif meliputi data emisi Scope 1, 2, dan 3. Sebagian pengungkapan ini telah dipublikasikan Di Sustainability Report IIF tahun 2025.
Sebagai mendukung hal tersebut, IIF telah membangun kapabilitas internal Di menyusun metodologi perhitungan emisi Scope 1, 2, dan 3 yang telah diverifikasi Bersama Carbon Trust, perusahaan konsultan iklim Dunia.
Kemampuan ini menjadi Dibagian Bersama layanan Environmental, Social, and Governance (ESG) Advisory IIF kepada klien Sebagai membantu memenuhi standar Sustainability.
Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © Pintu Informasi 2026
Dilarang keras Membahas konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis Sebagai AI Ke situs web ini tanpa izin tertulis Bersama Kantor Berita Pintu Informasi.
Artikel ini disadur –> Ântaranews.com Indonesia News: IIF: Pengelolaan risiko iklim Bersama Sebab Itu fondasi Sustainability Usaha











