Nusa Dua, Bali (Di) – Industri perasuransian Indonesia menyepakati perlunya transformasi menyeluruh guna mendukung pembangunan nasional Di Ditengah tantangan ekonomi domestik dan Dunia.
“Ada potensi sangat besar Di industri perasuransian Lantaran kontribusi Di produk domestik bruto masih kecil,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ogi Prastomiyono Di sela Indonesia Insurance Summit (IIS) 2025 Di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Kamis.
Menurut dia, Perkembangan industri perasuransian tanah air Menunjukkan Perkembangan positif.
Akan Tetapi, ia menjelaskan kinerja itu masih dapat ditingkatkan sesuai Ide Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.
Berdasarkan RPJMN 2025-2029, Perkembangan ekonomi Indonesia ditargetkan tembus 5,3 persen Di 2025 hingga mencapai 8 persen Di 2029.
Adapun indikator jasa keuangan dan asuransi ditargetkan berkontribusi sebesar 6,52 persen Di 2025 dan Di 2029 sebesar 8,30 persen.
“Kami ada peta jalan Pembuatan dan penguatan sektor jasa keuangan, merupakan komitmen semua pemangku Keputusan perasuransian yang Berencana menjadi pegangan Pembuatan industri asuransi,” katanya.
Di Di Yang Sama, Di kesempatan yang sama Ketua Umum Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Budi Herawan mengatakan pihaknya Berencana melakukan transformasi perasuransian.
Caranya, lanjut dia, Meningkatkan Pembelajaran dan literasi keuangan yang diharapkan menggenjot inklusi Yang Berhubungan Bersama asuransi yang Berencana diintensifkan Di semester kedua tahun ini menyasar perguruan tinggi.
Pasalnya, kata dia, Indonesia Memperoleh potensi besar yang belum tergarap optimal misalnya jumlah penduduk mencapai 270 juta jiwa, sebanyak 180 juta Di antaranya berusia produktif dan bonus demografi.
“Kami Berencana mengusulkan (pemerintah) Inisiatif kurikulum bagaimana sadar asuransi Di sekolah menengah pertama hingga perguruan tinggi,” ucapnya.
Sedangkan, Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon menjelaskan forum itu tidak hanya sebagai konferensi tahunan, melainkan juga wadah kolaborasi lintas sektor Untuk menyatukan visi, mengidentifikasi tantangan, dan memperkuat sinergi industri Berjuang Bersama tantangan.
“Literasi itu Kunci Meningkatkan penetrasi asuransi dan tanggung jawab Meningkatkan literasi itu semua pihak, OJK melakukan banyak hal Untuk literasi dan industri asuransi juga melakukan literasi,” ucapnya.
Sebelumnya Itu, Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengungkapkan industri perasuransian memegang peran strategis yang tidak tergantikan.
Adapun transformasi menyeluruh perlu dilakukan mulai Di tata kelola, penguatan modal, manajemen risiko, hingga Transformasi Digital layanan serta yang paling utama adalah membangun kembali kepercayaan publik.
Forum IIS 2025 diinisiasi Dewan Asuransi Indonesia (DAI) bersama lima asosiasi anggotanya yaitu AAJI, AAUI, Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI), Asosiasi Perusahaan Pialang Asuransi dan Reasuransi Indonesia (Apparindo), serta Asosiasi Penilai Kerugian Asuransi Indonesia (APKAI).
Baca juga: Minat Di produk asuransi berbasis syariah tunjukkan Gaya positif
Baca juga: OJK siapkan skema ETF emas Untuk perkuat sektor asuransi-dana pensiun
Baca juga: AAUI kolaborasi OJK Sulselbar kuatkan industri asuransi
Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © Di 2025
Artikel ini disadur –> Ântaranews.com Indonesia News: Industri asuransi sepakat bertransformasi dukung pembangunan nasional











