– Puluhan pemuda Indonesia mengikuti Langkah International Volunteer Youth ID. Kegiatan ini mengusung tema “Kesetaraan Fasilitas Belajar Untuk Seluruh Anak Pekerja Migran Di Luar Negeri” dan digelar lintas Bangsa yaitu Singapura, Malaysia, dan Thailand.
Langkah ini bertujuan menumbuhkan kepedulian pemuda Pada akses Belajar yang layak Untuk anak-anak Indonesia yang hidup sebagai Pada Di komunitas migran Di luar negeri.
Salah satu momen penting Di rangkaian kegiatan adalah kunjungan Di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, Di mana para peserta Berbicara langsung bersama Sekretaris Penerangan Sosial dan Kekayaan Budaya Dunia KBRI KL, Berhan Akla Muqtadir.
Di forum tersebut, Berhan memaparkan tantangan sosial yang dihadapi anak-anak pekerja migran Indonesia, serta upaya yang terus dilakukan KBRI Sebagai Memberi perlindungan dan fasilitas yang memadai.
“Kami sangat mengapresiasi keterlibatan pemuda Indonesia Di Permasalahan Belajar anak migran. Ini bukan hanya kerja Hubungan Luar Negeri, tetapi kerja sosial yang butuh kolaborasi banyak pihak,” ujar Berhan Di keterangan tertulis yang diterima TIMES Indonesia, Rabu (4/5/2025).
Kegiatan ini juga Merasakan sambutan positif Di berbagai pihak. Siti Nur Azizah, S.E., M.Si, selaku Ketua Yayasan Semangat Muda Indonesia, menyampaikan harapannya agar Langkah ini menjadi langkah awal gerakan besar Sebagai perubahan.
“Saya bangga melihat semangat para delegasi muda. Harapan kami, kegiatan ini tidak hanya menjadi Pengalaman Hidup pribadi, tetapi mampu menciptakan dampak jangka panjang Untuk Belajar anak-anak migran,” tuturnya.
Foto bersama Di Peristiwa International Volunteer Youth ID 2025. (FOTO: International Volunteer Youth ID for TIMES Indonesia)
Sambil Itu Di Kontek Sini Didalam Detail, Friny Napasti, S.Pd., M.Pd, Kepala Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL), Berkata dukungannya atas kegiatan yang luar biasa ini.
“Kegiatan seperti ini sangat penting Sebagai membuka wawasan dan Meningkatkan kepedulian pemuda Pada Belajar anak-anak pekerja migran. Kami siap berkolaborasi lagi Di depannya,” kata Friny.
Selain kunjungan Di KBRI, para peserta juga melaksanakan kunjungan akademik Di beberapa perguruan tinggi ternama. Di Prince of Songkla University, Thailand, delegasi disambut Dari jajaran profesor dan Berbicara mengenai peran pemuda Di penguatan kerja sama Asosiasinegara-Negaraasiatenggara Di bidang Belajar.
Sesudah Itu Di International Islamic University Malaysia (IIUM), peserta Merasakan penjelasan tentang Kemungkinan studi lanjut Untuk warga Bangsa Indonesia serta beasiswa Belajar yang tersedia.
Langkah ini juga mencakup Teaching Project Untuk anak-anak migran, konferensi internasional pemuda, dan Pendalaman Kekayaan Budaya Dunia Di tiga Bangsa. Para Volunteer muda Indonesia Menunjukkan kepedulian tinggi Didalam langsung turun Di lapangan, mengajar, dan berinteraksi Didalam anak-anak Indonesia Di luar negeri.
Sesudah Itu, Muhammad Randi Setiadi, S.IP, selaku Ketua Panitia, Berkata bahwa kegiatan ini adalah bentuk nyata kontribusi pemuda Pada masa Di bangsa.
“International Volunteer Youth ID menjadi wadah strategis Sebagai memperkuat kontribusi pemuda Indonesia Di kancah Internasional, terutama Di memperjuangkan hak Belajar Untuk semua,” bebernya.
Langkah ini diharapkan tidak berhenti Di sini, melainkan menjadi gerakan berkelanjutan Sebagai Mendorong Keputusan Belajar yang lebih inklusif Untuk anak-anak migran Indonesia Di manapun mereka berada. (*)
Artikel ini disadur –> times.co.id Indonesia News: International Volunteer Youth ID 2025: Pemuda Indonesia Dorong Kesetaraan Belajar Anak Migran











