Halmahera Ditengah, Maluku Utara (Di) – PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) menerapkan pengolahan sampah terpadu berbasis ramah lingkungan guna menekan emisi, mendaur ulang limbah, serta menjaga Kesejajaran lingkungan Ke kawasan industri dan tambang.
Deputy Manager Environmental IWIP Yofi Safutra mengatakan pihaknya membangun insinerator pengolahan sampah terintegrasi.
Menurut Yofi, vendor konsultan pengelolaan sampah telah melakukan kajian mendalam mengenai karakteristik sampah yang dihasilkan Ke kawasan industri milik IWIP.
Hasil kajian tersebut Lalu dijadikan dasar Untuk merancang prototipe insinerator, Lewat serangkaian studi panjang yang dilakukan bersama para ahli pengelolaan sampah.
“Kita bentuk beberapa kajian Untuk pembuatan insinerator ini Lewat kajian-kajian panjang Bersama para ahli persampahan yang sudah melakukan kajian-kajian sampah Ke beberapa TPA Ke Indonesia,” kata Yofi Untuk media visit Ke Halmahera Ditengah, Maluku Utara, Senin.
Dia menyampaikan pihaknya Berusaha menjaga Mutu emisi pembakaran insinerator tersebut agar tidak melampaui baku mutu udara yang ditetapkan guna menjaga Pencemaran Alam.
Baca juga: IWIP serap lebih Untuk 81.000 tenaga kerja Indonesia perkuat SDM lokal
Lebih Jelas, dia mengatakan IWIP wajib melaporkan emisi pembakaran sampah secara berkala kepada Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Lewat laporan Wacana Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Wacana Pemantauan Lingkungan Hidup (RKL-RPL).
“Dari Sebab Itu cerobong ini, wet scrubber (scrubber basah) kita ini sudah Memperoleh izin. Dari Sebab Itu titik penataan yang sudah dilaporkan Hingga KLH sekarang. Setiap semester kita melakukan pelaporan Hingga KLH Lewat laporan RKL-RPL,” ucapnya.
Ke tempat yang sama, Supervisor Waste Management IWIP Murni menambahkan secara keseluruhan jumlah sampah domestik yang masuk kawasan insinerator tersebut mencapai 20 ton per hari meliputi sampah organik dan anorganik.
Akan Tetapi, Sebelumnya diproses terlebih dahulu dilakukan pemilahan. Untuk limbah Konsumsi diolah menjadi kompos Bersama tambahan campuran gula, tepung, dan serbuk kayu.
Proses pembuatan kompos Lewat fermentasi satu hari, pengeringan, pengemasan, dan pendistribusian Untuk keperluan reklamasi tambang serta divisi pertanaman internal perusahaan Ke Daerah Weda Bay.
Lalu Untuk pengelolaan limbah medis juga dikembangkan IWIP, Bersama kapasitas insinerator 40 kg per jam, didukung cold storage 7 ton, Akan Tetapi hal hal itu masih menunggu surat laik operasi (SLO) Untuk KLH.
IWIP juga mencacah botol plastik menjadi biji plastik bernilai ekonomis, serta memanfaatkan kembali kaleng hasil pengepresan Bersama berat rata-rata 25–40 kg per hari Lewat mitra pihak ketiga.
Semua proses dilakukan Bersama protokol sanitasi ketat, termasuk penyemprotan disinfektan tiga kali sehari Untuk menjaga kebersihan lingkungan kerja dan mencegah munculnya bau tak sedap.
IWIP juga Membuat pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) Bersama skema kerja sama pemerintah desa Di Untuk menyuplai sampah anorganik sebagai campuran bahan bakar alternatif Untuk pembangkit berbasis sampah.
Baca juga: IWIP wujudkan transisi energi hijau Ke kawasan Industri Weda Bay
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © Di 2025
Artikel ini disadur –> antaranews.com Indonesia News: IWIP terapkan pengolahan sampah terpadu berbasis ramah lingkungan











