– Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Merijanti Punguan Pintaria menegaskan komitmen pemerintah Di menjaga iklim usaha industri Di sektor Minuman dan minuman.
Hal tersebut disampaikan Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar Kemenperin, Merijanti Punguan Pintaria Pada konferensi pers bersama Asosiasi Industri Minuman Ringan (ASRIM) Di Jakarta Ke Rabu (14/5/2025).
“Pemerintah terus berkomitmen menjaga iklim usaha industri sektor Minuman minuman Melewati Aturan yang relevan dan adaptif, termasuk fasilitasi fiskal dan non-fiskal,” kata Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar Kemenperin, Merijanti Punguan Pintaria.
Menurutnya, pemerintah juga terus mengkaji setiap dampak Bersama pelaksanaan Aturan yang dikeluarkan serta terbuka Sebagai berdialog. “Pemerintah terbuka Sebagai berdialog dan mempelajari skema transisi terbaik Untuk menjaga kinerja dan daya saing industri,” ujarnya.
Sebelumnya Itu, Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia sebagai lembaga Studi Mengantisipasi Perkembangan ekonomi tahun 2025 kemungkinan melambat dan berada Di kisaran 4,8%-5,0%, Justru Berpotensi Sebagai Di 4,6%-4,8% Di skenario tertentu, sedikit Di bawah target APBN 5,2%. Justru, Data BPS Sebagai Triwulan I 2025 pun Menunjukkan realisasi Perkembangan 4,87% (y-on-y) Bersama kontraksi 0,98% (q-to-q).
Bersama sektor akomodasi, penyediaan Minuman minuman, data BPS juga Menunjukkan bahwa IHP (Indeks Harga Produsen) sektor tersebut Merasakan tekanan harga tertinggi yang dapat berdampak Ke harga konsumen dan margin pelaku usaha Di sektor tersebut Ke 2025.
Direktur Eksekutif CORE Indonesia, Mohammad Faisal mengatakan, data-data awal ini Menunjukkan adanya tantangan ekonomi yang perlu Di antisipasi bersama. Menurutnya, pelemahan permintaan domestik dapat berimplikasi Ke sektor-sektor konsumsi seperti Minuman dan minuman. Samping Itu, industri juga Berjuang Bersama tekanan biaya Bersama sisi produksi.
“Karenanya, penting Untuk arah Aturan Sebagai fokus menjaga daya beli Komunitas dan Mengkaji Bersama hati-hati penerapan instrumen fiskal Mutakhir agar selaras Bersama upaya Perawatan ekonomi,” ucap Faisal.
Di kesempatan tersebut, Ketua Umum ASRIM, Triyono Prijosoesilo, mengungkapkan pelemahan Di industri minuman ringan sebenarnya telah Menunjukkan gejalanya Dari tahun 2023 lalu.
“Kami mencatat adanya penurunan volume penjualan Ke beberapa kategori minuman non-AMDK (Air Minum Di Kemasan). Situasi ini menjadi lebih menantang diawal 2025, seiring Bersama realisasi Perkembangan Peningkatan Ekonomi Q1 sebesar 4,87 persen yang berada Di bawah ekspektasi,” ungkapnya.
Menurutnya, berdasarkan data pasar bulan Maret 2025 Bersama Nielsen, mengonfirmasi bahwa sektor minuman non-AMDK masih terkontraksi Disekitar 4,4 persen. Ini adalah sinyal kuat bahwa industri memerlukan Pemberian Aturan yang kondusif Sebagai dapat bertahan dan kembali bertumbuh.
Lebih jauh, Triyono mengungkapkan, data CORE Indonesia memaparkan, Ramadan dan lebaran yang biasanya mengerek konsumsi Komunitas, tahun ini justru tidak tampak. Sebagai Alternatif, IPR (Indeks Penjualan Riil) kelompok Minuman, Minuman, dan Tembakau justru hanya tumbuh 1,3% Ke kuartal I 2025, jauh Di bawah Perkembangan tahun lalu yang menyentuh 7,5%.
Ia menegaskan, ASRIM sebagai organisasi non profit yang lahir Ke 1976 percaya bahwa dialog terbuka dan kolaborasi Di pemerintah dan pelaku industri menjadi Lebihterus krusial.
Sebagai organisasi yang menaungi perusahaan minuman non alkohol, pihaknya siap menjadi mitra konstruktif Untuk pemerintah termasuk menyediakan data dan perspektif industri secara transparan, Sebagai bersama-sama merumuskan Aturan.
“Tentunya Aturan yang tidak hanya efektif mencapai sasaran Kesejajaran publik, tetapi juga Mengkaji secara cermat dampaknya Di keberlangsungan industri, penyerapan tenaga kerja, dan ekosistem Usaha Mikro Kecil yang menjadi Pada penting Bersama rantai pasok kami,” tegasnya.
“Pendekatan yang komprehensif dan berbasis data Akansegera menghasilkan solusi terbaik Sebagai semua pihak. ASRIM meyakini, Melewati kolaborasi dan pemahaman bersama Di pemerintah dan pelaku usaha, industri minuman ringan dapat terus tumbuh berkelanjutan dan berkontribusi positif Untuk perekonomian nasional melewati tantangan tahun 2025,” tandasnya. (*)
Artikel ini disadur –> times.co.id Indonesia News: Jaga Stabilitas Industri Minuman dan Minuman, Kemenperin Berkomitmen Jaga Iklim Usaha











