Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkirakan pembiayaan fintech peer to peer (P2P) lending berpotensi meningkat pada momen Ramadan juga Lebaran. Namun, pelopor harus waspada terhadap peluang peningkatan kredit macet.
Maucash menyampaikan telah terjadi menyiapkan banyak strategi sejak jauh-jauh hari untuk mengantisipasi kemungkinan meningkatnya kredit macet seiring peningkatan pinjaman pada waktu momen Ramadan lalu Lebaran.
“Maucash melakukan antisipasi dengan cara mengenali karakteristik dari para borrower kami,” ucap Direktur Marketing Maucash Indra Suryawan untuk Kontan, Hari Senin (10/3).
Selain itu, Indra menerangkan pada menyalurkan pembiayaan, Maucash akan terlebih dahulu melihat borrower berdasarkan data history serta dokumen–dokumen yang dikumpulkan mereka, seperti laporan keuangan kemudian sebagainya.
Indra mengumumkan Maucash juga akan lebih banyak memilih menyalurkan pembiayaan kepada borrower yang mana berada di dalam sektor lapangan usaha yang sehat. Dia menerangkan Maucash akan menghindari menyalurkan pembiayaan terhadap pelaku usaha dalam sektor sektor yang memang sebenarnya miliki risiko besar di menyumbang kredit macet.
Dengan demikian, peningkatan kredit macet bisa saja dihindari ketika momen Ramadan juga Lebaran, bahkan sesudahnya.
Sampai pada waktu ini, Indra menerangkan Taraf Keberhasilan Bayar atau TKB90 Maucash tetap memperlihatkan terjaga berada di area level 99,88%.
Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Korporasi Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro serta Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman menyatakan perkiraan peningkatan pembiayaan itu berkaca pada fakta tahun lalu dengan membandingkan momen Ramadan lalu Lebaran pada April 2024 juga Maret 2024.
“Terlihat bahwa pembiayaan untuk sektor pinjaman daring juga meningkat. Bercermin dari fakta yang disebutkan dan juga meninjau kenyataan sekarang diperkirakan untuk Lebaran tahun ini pembiayaan pinjaman daring akan meningkat,” ungkapnya di konferensi pers RDK OJK, Selasa (4/3).
Agusman berharap peningkatan yang dimaksud akan lebih tinggi terkendali agar bukan menyebabkan peningkatan kredit macet ke depannya. Sebab, prospek terjadinya penyaluran kredit bermasalah pasti ada. Oleh dikarenakan itu, di area berada dalam masih tingginya minat masyarakat, diperlukan juga kehati-hatian bagi pelaksana pada melakukan penyaluran.











