Jakarta (Ditengah) – Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie mengatakan dunia usaha fokus menjaga kapasitas produksi dan ekonomi menyusul penutupan pemerintahan (government shutdown) Amerika Serikat (AS).
“Yang penting kita fokus saja Untuk memastikan kapasitas kita tetap baik buat (produksi) alas kaki, tekstil, garmen, Lantaran ternyata hal (produksi) yang sama itu yang mau digunakan (Untuk pasar) Hingga Uni Eropa dan Kanada,” kata Anindya Pada ditemui Hingga Jakarta, Sabtu.
Hingga Di Itu, pria yang akrab disapa Anin itu mengatakan government shutdown seperti ini bukanlah yang pertama kali terjadi Hingga AS.
Ia menambahkan pemerintahan AS tidak sepenuhnya lumpuh, mengingat masih ada sejumlah Kegiatan atau kegiatan perekonomian dan perdagangan Negeri Paman Sam terus berjalan Didalam Bangsa-Bangsa lain.
“(Government shutdown) Itu bukan yang pertama kali. Ternyata Didalam waktu Hingga waktu Hingga setiap Kepala Negara ada saja (government shutdown). Memang cara mereka bekerja rupanya begitu,” kata Anin.
Hingga Di Itu, Anin menambahkan, Indonesia juga Melakukanupaya Untuk membuka pasar Perdagangan Keluar Negeri Mutakhir seiring Didalam berbagai tantangan Internasional, termasuk government shutdown hingga Pertempuran dagang Ditengah AS dan China.
“Yang paling penting adalah bagaimana tetap kita Menyimak, menyikapinya, tapi juga membuka pasar-pasar alternatif, (contohnya) kita juga membuka Didalam Kanada dan Uni Eropa,” ujar Anin.
Sebelumnya, pemerintah federal AS memasuki masa penutupan (shutdown) Di Rabu (1/10) menyusul perpecahan Hingga Kongres Untuk meloloskan rancangan undang-undang (RUU) pendanaan.
Hal itu menandai penutupan pemerintahan pertama Di hampir tujuh tahun terakhir.
Konsekuensinya, ratusan ribu pegawai federal harus Memutuskan cuti tanpa gaji, sejumlah layanan publik kemungkinan ditangguhkan atau ditunda, dan rilis data ekonomi Mungkin Saja juga Akansegera terdampak.
Shutdown dimulai beberapa jam Sesudah Senat AS gagal meloloskan RUU pendanaan jangka pendek yang memungkinkan pemerintahan tetap berjalan Untuk Sambil Itu waktu.
Di Pada Yang Sama, Ketua Dewan Keadaan Ekonomi Negara (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menemui Pejabat Tingginegara Perdagangan Amerika Serikat (AS) Howard Lutnick Hingga Washington DC, AS, guna menjajaki Potensi kerja sama dan Penanaman Modal Di Negeri Di Jumat (10/10).
Topik utama Di agenda adalah kelanjutan Perundingan kesepakatan tarif resiprokal atau Ditengah Indonesia dan AS.
Menyoal Perundingan tarif, Pejabat Tingginegara Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto Sebelumnya menyampaikan penutupan Sambil Itu pemerintahan Amerika Serikat atau US government shutdown menghambat proses Perundingan tarif Ditengah Indonesia dan AS.
Meski demikian, Airlangga mengatakan Akansegera segera berkomunikasi Didalam pihak Kantor Perwakilan Dagang AS atau United States Trade Representative (USTR) Untuk meminta kejelasan Yang Terkait Didalam kelanjutan Perundingan.
Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Biqwanto Situmorang
Copyright © Ditengah 2025
Dilarang keras Memutuskan konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis Untuk AI Hingga situs web ini tanpa izin tertulis Didalam Kantor Berita Ditengah.
Artikel ini disadur –> antaranews.com Indonesia News: Kadin: Dunia usaha fokus jaga kapasitas produksi, hadapi “shutdown” AS











