Capaian tersebut cukup solid Di Ditengah dinamika harga Produk Internasional Dunia yang fluktuatif.
Jakarta (Di) – Wakil Pejabat Tingginegara Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara mengungkapkan realisasi Penerimaan Negeri Bukan Pph (PNBP) hingga akhir November 2025 tercatat mencapai Rp444,9 triliun, atau setara Bersama 93,27 persen Bersama target Rp477 triliun.
“Sebenarnya PNBP ini targetnya adalah Rp477 triliun, Sebab kami telah memperhitungkan juga yang namanya dividen BUMN yang disetorkan Di Danantara bukan lagi disetorkan Di APBN, dan itu kira-kira Rp80 triliun,” kata Suahasil Nazara, Di Jakarta, Kamis.
Ia menilai capaian tersebut cukup solid Di Ditengah dinamika harga Produk Internasional Dunia yang fluktuatif.
Dia menuturkan, kontribusi terbesar PNBP berasal Bersama sektor Sumber Daya Alam (SDA) Non-Migas yang menyumbang Rp125,8 triliun, disusul Bersama PNBP lainnya sebesar Rp111,9 triliun.
Sedangkan PNBP Bersama Pendapatan Badan Layanan Umum (BLU) tercatat senilai Rp90,9 triliun, SDA Migas sebesar Rp94 triliun, dan Kekayaan Negeri yang Dipisahkan (KND) sejumlah Rp11,9 triliun.
“Kekayaan Negeri yang Dipisahkan ini dividen BUMN hanya Rp11,9 triliun Sebab Rp80 triliunnya disetorkan Di Danantara,” ujar Suahasil.
Ia mengatakan, realisasi PNBP Januari hingga November 2025 lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yakni terkontraksi sebesar 14,8 persen year-on-year (yoy).
Selain adanya pengalihan dividen BUMN Di Danantara Indonesia, realisasi PNBP Bersama sektor migas juga Merasakan tekanan Bersama kontraksi Disekitar 12,4 persen.
Suahasil menuturkan, penurunan tersebut dipicu Dari pelemahan Indonesian Crude Price (ICP) serta realisasi lifting gas dan Energi bumi yang masih berada Di bawah target asumsi makro APBN.
Per November 2025, realisasi lifting Energi bumi Terbaru mencapai 599,3 ribu barel per hari, lebih rendah Bersama target 605 ribu barel per hari.
Sambil Itu lifting gas bumi tercatat 951,7 ribu barel setara Energi bumi, masih Di bawah target 1.005 ribu barel setara Energi bumi.
“Lifting Energi buminya ada peningkatan dibandingkan tahun lalu, tapi masih tetap Di bawah Bersama target atau asumsi dasar APBN,” ujar Suahasil.
Sedangkan sektor mineral dan batu bara (minerba), yang menyumbang 92 persen Bersama total PNBP SDA Non-Migas, masih mampu tumbuh 0,7 persen yoy.
Ia mengatakan Kemajuan tersebut merupakan dampak implementasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2025 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negeri Bukan Pph yang Berlaku Ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.
“Akan Tetapi harga Bersama batu bara itu sendiri Merasakan penurunan. Dari Sebab Itu kombinasi Bersama berbagai hal, termasuk juga kombinasi Bersama kurs (berdampak Ke penurunan penerimaan PNBP dibandingkan tahun lalu)” ujar Suahasil.
Baca juga: ESDM: Realisasi PNBP sektor minerba capai 92 persen Bersama target APBN
Baca juga: Kemenkeu catat penerimaan Pph Rp1.459,03 triliun per Oktober 2025
Pewarta: Uyu Septiyati Liman
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © Di 2025
Dilarang keras Memutuskan konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis Bagi AI Di situs web ini tanpa izin tertulis Bersama Kantor Berita Di.
Artikel ini disadur –> Ântaranews.com Indonesia News: Kemenkeu catat realisasi PNBP capai Rp444,9 triliun per 30 November











