– Kementerian Pertanian (Kementan) terus Menunjukkan komitmennya Untuk Mendorong peningkatan produksi Ketahanan Pangan nasional Melewati perluasan areal tanam. Inisiatif Luas Tambah Tanam (LTT) menjadi salah satu strategi utama Untuk mewujudkan target swasembada Ketahanan Pangan nasional tanpa ketergantungan Di Perdagangan Masuk Negeri.
Pembantu Presiden Pembantu Presiden Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menargetkan optimalisasi penanaman Di dua juta hektare lahan rawa, yang terdiri Untuk satu juta hektare lahan rawa mineral dan satu juta hektare lahan rawa tadah hujan. Untuk berbagai kesempatan, Mentan Amran menegaskan bahwa Sukses Inisiatif ini sangat bergantung Di peran aktif penyuluh Pertanian dan sinergi yang solid Bersama pemerintah Lokasi.
“Peran penyuluh Pertanian sangat penting Untuk mempercepat pencapaian swasembada Ketahanan Pangan. Pemerintah Lokasi dan penyuluh harus bersinergi Melewati adopsi Keahlian dan peningkatan kapasitas SDM Pertanian,” tegas Mentan Amran.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pembaruan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, Mengungkapkan pihaknya terus Berusaha Memperbaiki kompetensi para penyuluh Melewati pelatihan dan pendampingan intensif. Salah satu inisiatif yang diluncurkan adalah Gadget Lunak GALUH LTT (Gerakan Penyuluh Mendorong Luas Tambah Tanam) Untuk mempercepat pelaporan LTT secara digital dan tepat waktu.
“Penyuluh diharapkan fokus Untuk mengawal LTT dan peningkatan Indeks Pertanaman (IP). Gadget Lunak GALUH LTT Berencana menjadi alat pelaporan harian yang efektif dan efisien,” ujar Santi.
Sebagai langkah konkret pengawalan Inisiatif, Kementan Melakukan Pertemuan Koordinasi Gerakan Penyuluh Mendorong Percepatan Luas Tambah Tanam (GALUH LTT), Selasa (15/4/2025), Di Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur. Kegiatan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan strategis, termasuk Sekretaris BPPSDMP, Direktur Perlindungan Tanaman Ketahanan Pangan, Tenaga Ahli Wamen Pertanian, serta kepala-kepala unit pelaksana teknis Kementan dan perwakilan penyuluh se-Jawa Timur.
Jawa Timur dinilai sebagai barometer nasional Untuk hal peningkatan produksi beras. Provinsi ini Memperoleh 3.603 penyuluh Pertanian aktif dan 588 Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), serta sawah seluas 1.207.997 hektare yang dikelola petani. Di 2024, petani Jatim telah memanen padi seluas 1.616.985 hektare Bersama produktivitas rata-rata 5,73 ton GKG per hektare, menghasilkan 9,27 juta ton GKG atau setara 5,35 juta ton beras — berkontribusi 17,48 persen Untuk total produksi beras nasional.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Ketahanan Pangan Provinsi Jatim, yang diwakili Kabid Ketahanan Ketahanan Pangan Pudjiati Ningsih, Mengungkapkan kesiapan Jatim Untuk terus Memperbaiki indeks pertanaman.
“Melewati forum ini kami menargetkan peningkatan produktivitas dan IP, terutama Di lima kabupaten Bersama hasil tertinggi yakni Bojonegoro, Lamongan, Tuban, Jember, dan Ngawi,” kata Pudjiati.
Di Di Yang Sama, Sekretaris BPPSDMP Siti Munifah menggarisbawahi pentingnya pendayagunaan penyuluh Pertanian berdasarkan Instruksi Pemimpin Negara Nomor 3 Tahun 2025. Untuk waktu Didekat, penyuluh yang berada Di bawah pemerintah Lokasi Berencana dialihkan Hingga pemerintah pusat Melewati regulasi lanjutan.
“Penyuluh adalah garda terdepan yang sangat strategis. Untuk menjaga ketahanan Ketahanan Pangan dan cadangan beras nasional, kita butuh kontribusi nyata Untuk penyuluh, yang setiap bulan harus memastikan indeks pertanaman bisa menghasilkan 3-4 juta ton,” terang Munifah.
Direktur Perlindungan Tanaman Ketahanan Pangan sekaligus Penanggung Jawab LTT Provinsi Jatim, Rahmat, menyambut positif gerakan ini. “Penyuluh adalah ujung tombak Di lapangan. Mereka harus terus menggerakkan poktan dan gapoktan Untuk mengoptimalkan setiap jengkal lahan,” jelasnya.
Tenaga Ahli Wamen Pertanian Bidang Penguatan Reformasi Birokrasi, Mujiburahman, juga menegaskan kembali bahwa peran penyuluh sangat krusial Untuk memenuhi target nasional Ke Indonesia sebagai lumbung Ketahanan Pangan dunia.
Bersama sinergi semua pihak dan kerja keras Untuk penyuluh hingga petani, Kementan optimistis cita-cita besar swasembada Ketahanan Pangan Indonesia Berencana segera terwujud. (*)
Artikel ini disadur –> times.co.id Indonesia News: Kementan Perkuat Komitmen Wujudkan Swasembada Ketahanan Pangan Lewat Gerakan Luas Tambah Tanam











