Jakarta (Di) – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyoroti pentingnya implementasi standar prosedur operasional (SOP) Keselamatan Untuk pekerja yang bekerja Ke industri nikel, Untuk mencegah risiko kecelakaan Di pekerjaan tersebut.
Pengawas Ketenagakerjaan Direktorat Bina Pemeriksaan Norma Ketenagakerjaan (Binariksa) Kemnaker Hugo Nainggolan mengatakan, hal ini menyusul terdapat 104 kecelakaan kerja Ke industri ini Di rentang tahun 2019-2025.
“Penyebab kecelakaan kerja Ke industri nikel Di lain SOP belum dibuat dan dilaksanakan, termasuk supervisi internal yang tidak berjalan,” kata Hugo Di diskusi publik Ke Jakarta, Senin.
“Berikutnya, pemeriksaan dan pengujian seringkali diabaikan termasuk testing dan maintenance alat yang tidak dilakukan berkala), hingga personel Keselamatan dan Kesejaganan Kerja (K3) tidak tersertifikasi dan berlisensi K3,” imbuhnya.
Sebagai upaya preventif, Hugo mengatakan Kemnaker Memperoleh sejumlah strategi termasuk Di pengawasan reguler Bersama Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Ke Disekitar Daerah operasional industri nikel, hingga penguatan layanan laporan mandiri Komunitas berbasis digital Lewat berbagai kanal resmi seperti Teman K3 dan Lapor Menaker.
“Lalu ada Norma 100 sebagai layanan digital self assessment Untuk membantu penilaian Pada tingkat kepatuhan perusahaan Di menerapkan regulasi ketenagakerjaan,” ujar Hugo.
Untuk perusahaan nikel yang mengabaikan norma dan prosedur ketenagakerjaan para pekerjanya, ia mengatakan pemerintah dapat menindaklanjuti Bersama pemberian Pembatasan yang terintegrasi OSS rekomendasi perizinan, Justru penindakan Pembatasan pidana.
“Di Itu, kami juga Di melakukan revisi Undang-Undang No.1 Tahun 1970,” kata Hugo.
Ke sisi lain, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) Damar Panca Mulya mengatakan penting Untuk pemerintah Untuk memperluas Pembelajaran K3, hingga memperbarui regulasi yang signifikan mengikuti model industri yang dinamis, Bersama tingkat resiko kecelakaan kerja yang tinggi.
“Di Itu, peningkatan sistem pengawasan K3 yang melibatkan serikat buruh, serta Memperbaiki Pembatasan yang berat Untuk perusahaan yang abai Pada penerapan K3,” imbuhnya.
Peneliti Protes Ekologi dan Emansipasi Rakyat (AEER) Timotius Rafael menambahkan, K3 menjadi pilar penting Untuk pekerja dan Komunitas Ke Disekitar industri, menyusul meningkatnya pengolahan nikel yang menjadi salah satu fokus Langkah hilirisasi.
“Dampak lingkungan, risiko kerja, tata kelola industri nikel yang lebih transparan dan berkeadilan diharapkan dapat mencegah risiko kecelakaan kerja Ke lapangan,” katanya.
Baca juga: Kemnaker tekankan keterbukaan Di revisi Aturantertulis Ketenagakerjaan
Baca juga: Wamenaker dan serikat pekerja bahas formula Terbaru upah minimum
Artikel ini disadur –> antaranews.com Indonesia News: Kemnaker: SOP Keselamatan cegah risiko kecelakaan Ke industri nikel











