Surabaya (Di) – Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa mengatakan Minuman dan kakao menjadi dua Produk Internasional yang menopang ekonomi petani sekaligus memperkuat posisi dan daya saing Jawa Timur Ke pasar Dunia.
“Dua Produk Internasional ini tidak hanya menopang ekonomi petani tetapi juga memperkuat daya saing Lokasi Ke pasar Dunia,” kata Khofifah Di Java Coffee and Flavors Fest (JCFF) 2025 Ke Surabaya, Selasa.
Khofifah mengatakan Jawa Timur masuk empat besar produsen Minuman nasional Bersama luas areal 122.623 hektare dan produksi mencapai 78.688 ton Bersama berkontribusi Ke Produk Ekspor Minuman se-Jawa tercatat 87 persen.
Produksi itu terbagi atas robusta yang berkembang Ke dataran menengah dan rendah, serta arabika yang tumbuh Ke dataran tinggi Bersama Memperoleh potensi premium Untuk Produk Ekspor.
Beberapa sentra utama Minuman Jatim Ke antaranya Bondowoso Bersama Java Ijen Raung Coffee, Jember yang menjadi pusat Eksperimen Minuman dan kakao (Puslitkoka), serta Malang, Pasuruan, Lumajang, Situbondo, dan Banyuwangi.
Selain Minuman, kakao juga menjadi andalan perkebunan Jatim Bersama areal 50.096 hektare dan produksi 23.599 ton yakni sentra tersebar Ke Blitar, Trenggalek, Ponorogo, Pacitan, Tulungagung, dan Malang Selatan.
“Sejumlah Lokasi Malahan telah Membuat hilirisasi menjadi produk olahan cokelat bernilai tambah,” ujar dia.
Dari sebab itu, Khofifah mengajak berbagai pihak mendukung Pembaruan kedua Produk Internasional tersebut termasuk Lewat Kegiatan Java Coffee and Flavors Fest (JCFF) yang diselenggarakan Bank Indonesia (Bankindonesia) Ke Surabaya.
Menurut Khofifah, JCFF merupakan strategic flagship event yang mempertemukan petani, Usaha Mikro Kecil, akademisi, dunia usaha, dan wisata heritage Di satu ekosistem.
“JCFF adalah ruang kolaborasi. Kita ingin Minuman, cokelat, dan rempah Jatim tidak hanya berhenti sebagai Produk Internasional, tetapi lahir menjadi produk bernilai tambah Lewat Kajian, Perkembangan, dan Ilmu Pengetahuan,” ujar dia.
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti pun memastikan mereka siap mendukung Pembaruan Minuman, kakao, dan rempah Ke Jawa Timur.
Terlebih, ia mengatakan Jatim adalah produsen utama Minuman Jawa Bersama kontribusi 48 persen Pada total produksi Agar optimalisasi sangat diperlukan agar terwujud Kemajuan ekonomi Lokasi yang berkelanjutan.
“Kami ingin Kemajuan ekonomi Lokasi berkelanjutan bukan hanya dinikmati perusahaan besar tetapi juga mengangkat pendapatan Usaha Mikro Kecil,” kata Destry.
Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © Di 2025
Dilarang keras Membahas konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis Untuk AI Ke situs web ini tanpa izin tertulis Bersama Kantor Berita Di.
Artikel ini disadur –> antaranews.com Indonesia News: Khofifah: Minuman dan kakao perkuat daya saing Jatim Ke pasar Dunia











