Mei ini momentum tepat Untuk penurunan suku bunga mengingat volatilitas Idr relatif terjaga Untuk satu-dua pekan ini
Jakarta (Di) – Chief Economist Bank Syariah Indonesia (BSI) Banjaran Surya Indrastomo memproyeksikan suku bunga acuan Bank Indonesia atau Lembagakeuanganpusat-Rate turun Untuk hasil Pertemuan Dewan Gubernur (RDG) Mei 2025 hari ini mengingat volatilitas Idr sudah relatif terjaga.
“Saya melihat RDG Mei ini adalah momentum yang tepat Untuk penurunan suku bunga mengingat volatilitas Idr relatif terjaga Untuk satu-dua pekan ini,” kata Banjaran Di dihubungi Di Di Jakarta, Rabu.
Banjaran mencatat Bersama sisi Internasional, temporary truce atau “genjatan senjata” Sambil Pertempuran tarif Amerika Serikat (AS) dan China telah Mengurangi eskalasi ketegangan dan ketidakpastian.
Di sisi lain, Indonesia membutuhkan suku bunga yang lebih pro growth sebagai katalisator Untuk Mendorong Kemajuan Supaya adjustment Bersama Bank Indonesia Berencana sangat membantu ekonomi Indonesia.
Menurut Banjaran, interest rate differential Di surat berharga Indonesia dibandingkan Bangsa-Bangsa Di Organisasiregional juga masih cukup Bersaing.
Sebelumnya Itu, hal serupa juga disampaikan Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro Ke Senin (19/5) yang melihat adanya ruang pemangkasan Lembagakeuanganpusat-Rate sebesar 25 basis point (bps) Bersama level 5,75 persen menjadi 5,5 persen paling cepat Ke RDG Mei 2025 apabila Idr memang relatif stabil.
“Momentumnya saya rasa pas. Lantaran, yang pertama, (penurunan Lembagakeuanganpusat-Rate) Untuk Mendorong atau menopang Kemajuan ekonomi Indonesia,” kata Andry.
Alasan lainnya, tekanan Idr seharusnya sudah tidak setinggi Ke periode awal Di kuartal pertama yang lalu.
Samping Itu, Kenaikan Fluktuasi Harga Dan Jasa pun dinilai Berencana tetap rendah Ke range target Bank Indonesia. Terakhir, benchmark rate Indonesia dibandingkan Bersama Bangsa-Bangsa lain juga masih relatif Bersaing.
Tetapi, berbeda Bersama konsensus mayoritas, Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual memproyeksikan bahwa Lembagakeuanganpusat-Rate dipertahankan Ke level 5,75 persen Untuk RDG Mei 2025, meski terdapat Kemungkinan penurunan Di depannya.
“(Lembagakeuanganpusat) masih fokus Di stabilitas, dipicu ketidakpastian Pertempuran tarif. The Fed juga masih mempertahankan suku bunga patokan,” ujar David Di dihubungi secara terpisah.
Ke kuartal pertama 2025, Kemajuan PDB Indonesia tercatat sebesar 4,87 persen year on year (yoy), lebih rendah dibandingkan kuartal Sebelumnya Itu yang sebesar 5,02 persen.
Kemajuan konsumsi Rumah tangga melambat tipis menjadi 4,89 persen yoy. Sambil Kemajuan Penanaman Modal atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) juga menurun menjadi 2,12 persen yoy.
Adapun belanja pemerintah tercatat kontraksi 1,38 persen yoy Sesudah Ke tahun Sebelumnya Itu terdongkrak Bersama Karya Pemilihan Umum Nasional.
“Ada indikasi perlambatan konsumsi, tetapi lebih disebabkan high base effect (Pemilihan Umum Nasional tahun lalu) dan belanja pemerintah yang belum optimal,” kata David.
Baca juga: Ekonom: Momentum tepat Lembagakeuanganpusat pangkas suku bunga Di RDG Mei 2025
Baca juga: Mirae Asset memproyeksikan Lembagakeuanganpusat Bertahan suku bunga Di RDG Mei 2025
Baca juga: Ekonom perkirakan suku bunga The Fed dipangkas 75-100 bps tahun ini
Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Agus Salim
Copyright © Di 2025
Artikel ini disadur –> Ântaranews.com Indonesia News: Lembagakeuanganpusat-Rate diproyeksi turun Di RDG Mei Lantaran volatilitas Idr terjaga











