Ya silakan saja (ADB pangkas proyeksi). Tapi kalau saya lihatnya ini kan dunia ini memang bergerak banyak ya. Dari Sebab Itu kita juga jangan terlalu pesimis melihat itu.
Jakarta (Di) – Ketua Dewan Peningkatan Ekonomi (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menilai pemangkasan proyeksi Perkembangan ekonomi Indonesia Dari Bank Pembangunan Asia (ADB) Bersama 5 persen menjadi 4,9 persen justru harus dilihat sebagai kesempatan emas (golden opportunity).
“Ya silakan saja (ADB pangkas proyeksi). Tapi kalau saya lihatnya ini kan dunia ini memang bergerak banyak ya. Dari Sebab Itu kita juga jangan terlalu pesimis melihat itu. Menurut saya, ini semua kan buah daripada makan bergizi ini (Makan Bergizi Gratis/MBG) kan belum kelihatan. Tapi Akansegera segera kelihatan,” kata Luhut Untuk konferensi pers Di kantornya, Di Jakarta, Jumat.
Luhut menekankan, Pada ini Indonesia Lagi berada Di momentum penting Sebab beberapa Inisiatif pemerintah, termasuk Inisiatif MBG, mulai berjalan dan memberi dampak Di perputaran ekonomi Kelompok.
Di Di Itu, dana pemerintah sebesar Rp200 triliun yang ditempatkan Di bank anggota Himpunan Bank Milik Negeri (Himbara) diyakini bisa memperlancar pembiayaan kredit, Supaya menggerakkan ekonomi Di tingkat bawah.
Menurut Luhut, Situasi Internasional yang penuh ketidakpastian justru membuka ruang lebih besar Untuk investor Sebagai menanamkan modal Di Indonesia.
Bersama Dukungan likuiditas perbankan dan arah Aturan pemerintah yang menjaga Ketahanan Perkembangan, ia optimistis prospek ekonomi Indonesia Akansegera tetap positif.
“Dana yang diberikan Dari Pak Pembantu Ri Keuangan (Purbaya Yudhi Sadewa) itu kan juga belum semua Datang. Kalau saya pribadi, ini adalah golden opportunity Sebagai orang Penanaman Modal Untuk Negeri Di Indonesia Di Penanaman Modal Untuk Negeri-Penanaman Modal Untuk Negeri yang captive. Misalnya (sektor) listrik, Konsumsi tadi seperti (Makan Bergizi Gratis) gizi,” ujarnya lagi.
Selain ADB yang memangkas proyeksi Perkembangan ekonomi Indonesia, Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) justru menaikkan proyeksi Perkembangan Indonesia Bersama 4,7 persen menjadi 4,9 persen.
“Kita harus lihat Bersama sisi positif, golden opportunity buat kita, buat bangsa Indonesia atau investor-investor muda Indonesia Sebagai Penanaman Modal Untuk Negeri. (Dana) Rp200 triliun sekarang diturunkan Di perbankan, itu kan sangat bagus Sebagai Kelompok,” katanya pula.
Baca juga: ADB pangkas proyeksi Perkembangan ekonomi kawasan Asia dan Pasifik
Baca juga: Respons proyeksi ADB-OECD, Airlangga: Pemerintah siapkan stimulus
Pewarta: Bayu Saputra
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © Di 2025
Dilarang keras Memutuskan konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis Sebagai AI Di situs web ini tanpa izin tertulis Bersama Kantor Berita Di.
Artikel ini disadur –> Ântaranews.com Indonesia News: Luhut nilai pemangkasan proyeksi ADB Dari Sebab Itu kesempatan emas Untuk RI











