Sebagai wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, mahasiswa Inisiatif Pascasarjana Magister Peternakan Universitas Islam Malang (UNISMA) kembali Menunjukkan komitmen kuatnya Di kegiatan pengabdian kepada Kelompok. Melewati Inisiatif Magister Mengabdi, mahasiswa Melakukan penyuluhan bertema “Sosialisasi Pentingnya Sanitasi dan Biosecurity Markas Sapi Perah Untuk Mencegah Penyakit PMK” Ke Kelompok Peternakan Sapi Perah Kang Jabung, Kabupaten Malang.
Kegiatan yang berlangsung Ke 28 Oktober 2025 tersebut berjalan dinamis dan penuh Komitmen. Sebanyak 45 peternak sapi perah hadir sebagai peserta aktif, didampingi Regu Sapronak Kang Jabung serta Regu Pendamping Koperasi Produsen Agro Niaga Syariah Jawa Timur (KAN Jabung Syariah) yang Pada ini konsisten membina para peternak. Kehadiran berbagai pihak ini menjadikan penyuluhan lebih komprehensif dan Memberi dampak nyata Untuk peningkatan manajemen peternakan sapi perah Ke Kang Jabung.
Matius Tikiman Kaka, mahasiswa Magister Peternakan UNISMA, bertindak sebagai fasilitator sekaligus pemateri utama Di kegiatan ini. Bersama gaya penyampaian yang komunikatif dan mudah dipahami, Matius memaparkan secara runtut berbagai materi penting mulai Di Konsep dasar sanitasi Markas, penerapan biosecurity yang efektif, hingga praktik manajemen pemerahan yang higienis.
Menurutnya, seluruh aspek tersebut merupakan rangkaian yang saling berkaitan dan wajib diterapkan secara disiplin Bersama peternak Untuk mencegah Penyakit PMK serta memastikan Kesejaganan dan produktivitas sapi perah tetap optimal. Prestasi kegiatan ini juga didukung Bersama kemampuan Matius mengaitkan materi Bersama contoh nyata Ke lapangan, Agar para peserta dapat memahami dan langsung mengaplikasikannya Di manajemen Markas mereka sehari-hari.
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT Berkunjung Di www.unisma.ac.id
1. PMK: Ancaman Nyata Untuk Peternak Sapi Perah
Di penjelasannya, Matius menyampaikan bahwa Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) masih menjadi ancaman serius Untuk Ketahanan usaha peternakan rakyat. Menurutnya, PMK tidak hanya menyerang Kesejaganan ternak, tetapi juga merusak produktivitas, Mutu susu, dan Keadaan peternak. Ia menegaskan bahwa penurunan Mutu serta kuantitas susu akibat PMK dapat memicu kerugian ekonomi yang besar, terutama Untuk peternak yang menggantungkan pendapatan Di hasil pemerahan harian.
Matius memaparkan bahwa PMK dapat menimbulkan demam tinggi, hipersalivasi, serta luka Ke mulut dan kuku yang membuat sapi sulit makan dan bergerak. Dampak paling nyata, jelasnya, adalah penurunan drastis produksi dan mutu susu yang secara langsung menurunkan pendapatan peternak. Jika tidak dicegah Dari awal, kerugian ekonomi yang ditimbulkan PMK dapat berlipat dan sangat membebani keberlangsungan usaha peternakan rakyat.
Lebih Jelas, Matius menegaskan pentingnya deteksi dini. Peternak, menurutnya, adalah pihak pertama yang dapat melihat perubahan perilaku dan Kebugaran sapi Agar menjadi garda terdepan Di Pra-Penanganan Penyakit.
“Pra-Penanganan adalah langkah paling efektif. Sanitasi yang baik dan biosecurity yang ketat mampu menjadi benteng utama Untuk peternakan sapi perah rakyat,” jelasnya Ke hadapan para peserta.
2. Sanitasi Markas: Fondasi Prestasi Peternakan
Materi mengenai sanitasi Markas menjadi salah satu Pada utama yang disampaikan. Menurut Matius, Markas yang bersih bukan sekadar nyaman, tetapi menjadi faktor penting yang menentukan Kesejaganan ternak dan stabilitas produksi.
Ia memaparkan bahwa sanitasi yang baik mampu menekan risiko penularan Penyakit Melewati lingkungan. Ke Samping Itu, kebersihan Markas berkontribusi menjaga Kebugaran fisiologis sapi tetap optimal Agar produktivitas susu tetap tinggi.
Di penyampaiannya, ia menegaskan beberapa Skor sanitasi berikut:
1. Pembersihan kotoran dan sisa pakan secara rutin agar tidak menjadi media berkembangnya bakteri dan Mikroba.
2. Menjaga kebersihan lantai, saluran pembuangan, dan area pemerahan Untuk mencegah kontaminasi silang.
3. Melakukan disinfeksi Markas secara berkala menggunakan desinfektan yang aman Untuk ternak.
4. Menjamin sirkulasi udara yang baik Agar Markas tidak lembap dan bebas bau menyengat.
5. Memisahkan peralatan antar ternak dan antar kelompok, guna menghindari perpindahan Penyakit yang tidak disadari.
Bersama penerapan sanitasi yang konsisten, jelasnya, sapi Akansegera lebih nyaman, bebas Tekanan, dan mampu menghasilkan susu yang lebih baik.
3. Biosecurity Perkandangan: Tembok Defender Di Ancaman Penyakit
Selain sanitasi, Matius juga menyoroti pentingnya penerapan biosecurity, yang ia sebut sebagai “tembok Defender pertama” Di mencegah penyebaran Penyakit Ke lingkungan peternakan.
Menurutnya, biosecurity adalah langkah preventif yang harus dilakukan Bersama setiap peternak, bukan hanya Pada terjadi wabah, tetapi sebagai kebiasaan harian.
Strategi biosecurity yang ditekankan Di kegiatan ini meliputi:
1. Pembatasan lalu lintas orang, kendaraan, dan hewan Untuk mencegah masuknya agen Penyakit Di luar.
2. Penyediaan footbath berisi desinfektan Ke pintu masuk Markas sebagai langkah sterilisasi awal.
3. Karantina hewan Terbaru Sebelumnya dicampur Bersama kawanan lama Untuk mencegah introduksi Mikroba Terbaru.
4. Menjaga kebersihan peralatan pemerahan dan perkandangan, agar tidak menjadi sumber penularan Penyakit.
5. Pengendalian hewan liar, tikus, lalat, dan serangga, yang kerap menjadi vektor berbagai Penyakit.
Matius menegaskan bahwa pendekatan biosecurity yang terintegrasi Akansegera memperkuat daya Bertahan peternakan Di ancaman Penyakit, terutama PMK dan Penyakit infeksius lainnya.
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT Berkunjung Di www.unisma.ac.id
4. Manajemen Pemerahan: Kunci Mutu Susu Premium
Materi yang tak kalah penting Di penyuluhan ini adalah manajemen pemerahan. Menurut Matius, pemerahan yang tidak higienis dapat memicu mastitis, menurunkan Mutu susu, dan memengaruhi harga jual susu Ke koperasi.
Ia menjelaskan bahwa manajemen pemerahan yang benar mencakup pembersihan ambing dan puting Sebelumnya dan sesudah pemerahan, penerapan Metode pemerahan yang higienis, lembut, dan tidak menyebabkan iritasi Ke puting sapi. Juga sterilisasi perlengkapan pemerahan secara rutin Untuk menghindari kontaminasi. Hingga kebersihan pekerja pemerahan, termasuk mencuci tangan dan menggunakan perlengkapan khusus.
Jelasnya, ketika seluruh prosedur dijalankan Bersama benar, susu yang dihasilkan Akansegera lebih bersih, aman, dan bernilai jual lebih tinggi.
Antusiasme Peserta & Komitmen Berkelanjutan
Para peternak Kang Jabung terlihat sangat antusias mengikuti penyuluhan tersebut. Mereka aktif berbagi Penghayatan Ke lapangan, menyampaikan berbagai kendala yang sering dihadapi, serta Membahas mengenai praktik terbaik Di menjaga Kesejaganan ternak. Antusiasme ini Menunjukkan tingginya kesadaran dan kemauan peternak Untuk Memperbaiki Mutu pengelolaan Markas, Agar materi yang disampaikan dapat langsung diterapkan sebagai solusi nyata Ke usaha peternakan mereka.Matius menyampaikan harapannya agar kegiatan Pelatihan seperti ini dapat terus berlangsung secara berkelanjutan.
Sambil Itu, pihak KAN Jabung Syariah menyampaikan apresiasi tinggi atas terlaksananya kegiatan ini. Mereka menegaskan komitmennya Untuk terus mendampingi para peternak Di Memperbaiki kapasitas, Keadaan, serta profesionalisme Di pengelolaan peternakan sapi perah. Pemberian berkelanjutan ini diharapkan mampu memperkuat Mutu produksi dan Merangsang terciptanya peternakan rakyat yang lebih mandiri dan berdaya saing dipasar Internasional.
Kegiatan ini tidak hanya Memberi pengetahuan praktis Untuk para peternak, tetapi juga memperkuat hubungan Di peternak, akademisi, dan lembaga pendamping sebagai wadah berbagi Penghayatan dan mempercepat penerapan Pembaharuan Ke lapangan.
Sinergi ini sekaligus menjadi wujud komitmen Universitas Islam Malang Di menjalankan pengabdian Kelompok berbasis ilmu pengetahuan yang relevan Bersama kebutuhan lokal. Melewati Inisiatif Magister Mengabdi, UNISMA berharap sektor peternakan Ke desa-desa—termasuk Ke kawasan Kang Jabung—dapat Lebih berkembang, berdaya saing, dan mampu menjawab tantangan pasar yang terus berubah Ke tingkat regional maupun Internasional. (*)
INFORMASI SEPUTAR UNISMA DAPAT Berkunjung Di www.unisma.ac.id
*)Pewarta: Matius Tikiman Kaka, Mahasiswa Magister Mengabdi Universitas Islam Malang.
Artikel ini disadur –> times.co.id Indonesia News: Mahasiswa Magister Peternakan Unisma Gelar Pengabdian Kelompok Ke Kelompok Peternakan Sapi Perah











