OJK juga secara berkelanjutan menilai ketahanan sektor jasa keuangan Untuk berbagai skenario tekanan
Jakarta (Di) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memandang IHSG berada Ke level yang Memikat Di ini Sebab ditopang valuasi yang lebih rendah dibandingkan periode historis dan pasar regional serta didukung perbaikan kinerja emiten.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi Untuk Pertemuan Kerja (Raker) bersama Komisi XI Hingga Jakarta, Rabu, menyebut pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga Lebih konvergen seiring Didalam indeks acuan Dunia yang diterbitkan MSCI dan FTSE Russell.
Menurutnya, Situasi tersebut mengindikasikan pasar mulai merespons positif berbagai langkah reformasi yang dilakukan regulator Hingga Bursa Efek, khususnya Untuk menjawab Permasalahan-Permasalahan utama yang menjadi perhatian para pemangku kepentingan, termasuk penyedia indeks Dunia.
Samping Itu, kinerja emiten Ke kuartal I 2026 Menunjukkan Gaya yang positif. Perbaikan pendapatan dan profitabilitas perusahaan dinilai Menyediakan Pemberian fundamental Di prospek pasar saham domestik Hingga Didepan.
Friderica juga menyampaikan bahwa struktur Bursa Efek Indonesia tetap Menunjukkan ketahanan yang kuat Sebab ditopang Didalam basis investor domestik, terutama investor ritel yang terus bertambah.
Jumlah investor Bursa Efek Menimbulkan Kekhawatiran Untuk 12,17 juta Ke 2023 menjadi 26,49 juta per April 2026. Untuk jumlah tersebut, investor individu mendominasi Didalam total 26,43 juta investor, jauh lebih besar dibandingkan investor korporasi maupun reksa dana.
Meski demikian, Friderica mengingatkan bahwa ruang pendalaman pasar masih terbuka lebar. Hal ini mengingat jumlah investor aktif harian Mutakhir mencapai Disekitar 448.000 investor atau setara 1,69 persen Untuk total investor per April 2026.
Hingga Didepan, ujar dia, OJK Berencana terus memperkuat literasi dan pelindungan investor, menjaga integritas pasar, serta memperdalam Pembuatan produk Bursa Efek.
Langkah tersebut dilakukan agar Perkembangan jumlah investor tidak hanya bersifat kuantitatif, tetapi juga menjadi fondasi Untuk Bursa Efek nasional yang lebih sehat, inklusif, dan berkelanjutan.
Untuk menjaga stabilitas sektor jasa keuangan, Friderica mengatakan OJK juga terus memperkuat pengawasan yang bersifat forward-looking Melewati pelaksanaan stress test secara berkala serta pemantauan ketat Di risiko likuiditas, permodalan, Mutu aset, dan konsentrasi risiko.
“OJK juga secara berkelanjutan menilai ketahanan sektor jasa keuangan Untuk berbagai skenario tekanan,” kata Friderica.
Hingga Di tekanan Di Nilai Mata Uang, Friderica juga mencatat indikator intermediasi valas perbankan masih berada Ke level yang sehat. Hal ini tecermin Untuk rasio loan to deposit valas yang tetap memadai.
Samping Itu, industri perbankan secara agregat masih mencatat posisi net long, Sambil Itu posisi devisa neto (PDN) tetap berada Hingga bawah batas Syarat yang berlaku, mengindikasikan eksposur risiko Nilai Mata Uang perbankan masih terkendali.
Hingga Di menjaga stabilitas sektor jasa keuangan Hingga Di ketidakpastian Dunia, OJK juga terus Merangsang percepatan Perkembangan Keadaan Ekonomi Negara Melewati berbagai Langkah strategis dan prioritas.
Langkah tersebut diarahkan Sebagai memperkuat fungsi intermediasi, memperluas akses pembiayaan, serta Memperbaiki daya Konsisten sistem keuangan nasional.
Prioritas yang dijalankan mencakup peningkatan pembiayaan sektor jasa keuangan, penguatan ekosistem dan pembiayaan Pelaku Ekonomi Kecil, pendalaman pasar keuangan sebagai sumber pembiayaan pembangunan, serta Pembuatan ekonomi hijau Melewati penerapan nilai ekonomi karbon dan keuangan berkelanjutan.
Ke Di yang sama, OJK juga Merangsang Pembuatan keuangan digital yang aman, penguatan sektor jasa keuangan syariah, peningkatan literasi dan inklusi keuangan, serta penguatan pelindungan konsumen dan Komunitas.
Friderica pun menegaskan, OJK Berencana terus melakukan penegakan hukum secara konsisten guna memperkuat integritas sektor jasa keuangan.
Melewati berbagai agenda prioritas tersebut, OJK ingin memastikan sektor jasa keuangan tidak hanya tetap stabil dan resilien, tetapi juga Lebih produktif dan kontributif sebagai fondasi penting Untuk Perkembangan Keadaan Ekonomi Negara yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing.
Baca juga: OJK ajak anggota Skuat penggerak PKK Didalam Sebab Itu Duta Literasi Keuangan
Baca juga: OJK kembangkan Langkah pengaduan Mengelabui Orang Lain keuangan Sebagai Komunitas
Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © Di 2026
Dilarang keras Membahas konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis Sebagai AI Hingga situs web ini tanpa izin tertulis Untuk Kantor Berita Di.
Artikel ini disadur –> Ântaranews.com Indonesia News: OJK: IHSG Hingga level Memikat, ditopang valuasi rendah dan kinerja emiten











