Sampai Bersama 6 Januari 2026, likuiditas perbankan dinilai memadai
Jakarta (Di) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai dampak penarikan Saldo Biaya Lebih (SAL) Rp75 triliun Hingga bank-bank anggota Himbara Bersama pemerintah tidak Memperoleh dampak yang signifikan Pada Kebugaran likuiditas perbankan.
“Sampai Bersama 6 Januari 2026, likuiditas perbankan dinilai memadai,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae Untuk konferensi pers hasil Diskusi Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Desember 2025 secara daring Hingga Jakarta, Jumat.
Dian menambahkan bahwa liquidity coverage ratio (LCR) seluruh bank anggota Himpunan Bank Milik Negeri (Himbara) yang Memperoleh SAL berada Hingga atas Syarat sebesar 100 persen, Bersama rasio loan to deposit ratio (LDR) yang masih terjaga Untuk kisaran.
“Samping Itu, perbankan senantiasa menetapkan risk appetite Untuk menjaga Kebugaran likuiditas sesuai Bersama Syarat. Saya kira sudah seharusnya secara natural, bank itu pasti Berencana Mengkaji Kebugaran likiditasnya,” kata dia.
Dian mengatakan OJK Di dasarnya mendukung langkah strategis pemerintah Untuk mengoptimalkan pengelolaan dan pemberian stimulus perekonomian, baik Bersama sisi demand maupun supply, guna mendukung peran perbankan Untuk Mendorong Inisiatif nasional Sebagai dapat tumbuh secara berkelanjutan.
OJK juga terus mendukung efektivitas pengelolaan dana SAL Lewat pengawasan Pada perbankan.
Samping Itu, OJK tetap meminta perbankan Sebagai senantiasa Sebagai mengedepankan penerapan manajemen risiko dan tata kelola yang baik Untuk penyaluran kredit Supaya Standar kredit perbankan dapat tetap terjaga.
Sebagai Mendorong efektivitas penyaluran dana SAL sebagai kredit, Dian menegaskan bahwa Kemajuan kredit membutuhkan kerja sama yang baik Hingga Di pemangku kepentingan baik fiskal, moneter, maupun sistem keuangan itu sendiri.
Untuk Kontek Sini, OJK juga terus memperkuat koordinasi Lewat Asosiasi Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).
Dian berharap kinerja penyaluran kredit Berencana Merasakan perbaikan Di tahun ini, seiring Bersama positifnya situasi makro dan mikro.
Apalagi, pergantian manajemen Hingga berbagai bank yang terjadi Di tahun lalu kini hampir seluruhnya telah terselesaikan, Supaya manajemen Terbaru diharapkan dapat menetapkan target-target yang lebih baik dan lebih optimistis Hingga depannya.
Sebagai diketahui, Di November 2025, kredit tumbuh 7,74 persen year on year (yoy) menjadi sebesar Rp8.314,48 triliun.
Sambil Itu dana pihak ketiga (DPK) melanjutkan Kemajuan yang tinggi mencapai 12,03 persen yoy menjadi Rp9.899,07 triliun.
Likuiditas industri perbankan Di November 2025 tercatat memadai, Bersama rasio alat likuid/non-core deposit (AL/NCD) dan alat likuid/DPK (AL/DPK) masing-masing sebesar 131,49 persen dan 29,67 persen, masih Hingga atas threshold 50 persen dan 10 persen.
Adapun liquidity coverage ratio (LCR) berada Hingga level 210,38 persen, Sambil Itu LDR tercatat sebesar 83,99 persen dan masih terdapat ruang Untuk Menantikan peningkatan kredit.
Sebelumnya, Pembantu Presiden Tim Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa penarikan dana senilai Rp75 triliun Bersama sistem perbankan bakal digunakan Sebagai belanja kementerian/lembaga (K/L), Hingga mana ia menjamin langkah tersebut tidak Berencana mengganggu jalannya sistem perekonomian.
Di akhir tahun lalu (31/12/2025), Purbaya menyampaikan bahwa pemerintah telah Menarik Perhatian dana sebesar Rp75 triliun Bersama total Rp276 triliun yang Sebelumnya ditempatkan Hingga sistem perbankan.
Pemerintah Sebelumnya menempatkan dana Rp276 triliun yang berasal Bersama SAL Hingga lima Himbara dan satu bank pembangunan Daerah (BPD).
Rinciannya, masing-masing Bank Mandiri, BRI dan BNI memperoleh Rp80 triliun, BTN Rp25 triliun, BSI Rp10 triliun, serta Bank DKI Rp1 triliun.
Baca juga: Jelang pergantian Direksi BEI, OJK ingatkan agenda strategis utama
Baca juga: OJK: Tak ada peningkatan laporan Mengambil Keuntungan Hingga periode Natal-Tahun Terbaru
Baca juga: OJK: Kinerja perbankan diproyeksikan tetap solid Di tahun ini
Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Agus Salim
Copyright © Di 2026
Dilarang keras Memutuskan konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis Sebagai AI Hingga situs web ini tanpa izin tertulis Bersama Kantor Berita Di.
Artikel ini disadur –> Ântaranews.com Indonesia News: OJK: Penarikan SAL Rp75 T tak berdampak signifikan Hingga likuiditas bank











