Secara Keseluruhan, terdapat penyesuaian target menjadi lebih konservatif Di bawah target Di RBB hasil revisi
Jakarta (Di) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan bahwa menjelang akhir tahun, beberapa bank merevisi target Di Ide Usaha bank (RBB) menjadi lebih konservatif Lantaran menyesuaikan Di Kebugaran perekonomian Internasional dan domestik yang masih menantang.
“Secara Keseluruhan, terdapat penyesuaian target menjadi lebih konservatif Di bawah target Di RBB hasil revisi,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae Di konferensi pers hasil Diskusi Dewan Komisioner Bulanan (RKDB) Juni 2025 Di Jakarta, Selasa.
Akan Tetapi demikian, imbuh Dian, terdapat beberapa bank yang Meningkatkan target Di RBB. Sebagian besar bank diperkirakan masih berada Di trajektori yang wajar, Di penyesuaian Di beberapa asumsi ekonomi terbaru.
“OJK menilai bahwa sasaran yang ditetapkan sesuai Di hasil revisi tersebut masih tetap bisa Menyediakan kontribusi Di mendukung Perkembangan Peningkatan Ekonomi secara menyeluruh,” kata Dian.
Adapun OJK Pada ini Lagi melakukan asesmen komprehensif Yang Berhubungan Di realisasi kinerja industri perbankan semester I 2025 dibandingkan target RBB yang telah ditetapkan.
Asesmen juga mencakup stabilitas sektor keuangan serta proyeksi ekonomi makro, termasuk outlook Perkembangan ekonomi seiring Di tingkat suku bunga acuan (Bankindonesia-Rate) dan Fluktuasi Harga, serta kemampuan bank Di menjaga risiko, likuiditas dan permodalan.
Dian menjelaskan, berdasarkan Syarat OJK, bank dimungkinkan Sebagai merevisi RBB apabila terdapat deviasi signifikan Di target dan realisasi, perubahan Kebugaran makroekonomi yang menyimpang Di asumsi awal, atau faktor internal yang berdampak material seperti perubahan strategi Usaha.
Tingkat revisi bergantung Di stabilitas ekonomi dan ekspektasi Di Di, termasuk suku bunga acuan, permintaan kredit, likuiditas, serta kinerja bank hingga posisi Juni 2025.
Jika penyaluran kredit dan profitabilitas masih sesuai atau mendekati target, bank dapat memutuskan Sebagai tidak melakukan revisi.
Sebagai informasi, Perkembangan kredit per posisi Mei 2025 tercatat sebesar 8,43 persen year on year (yoy) menjadi Rp7.997,63 triliun. Sambil Itu dana pihak ketiga (DPK) tumbuh sebesar 4,29 persen yoy menjadi Rp9.072 triliun.
Likuditas industri perbankan Di Mei 2025 tetap memadai Di rasio alat likuid Di non-core deposit (AL/NCD) dan alat likuid Di DPK (AL/DPK) masing-masing sebesar 110,33 persen dan 24,98 persen, masih Di atas threshold masing-masing 50 persen dan 10 persen. Adapun liquidity coverage ratio (LCR) berada Di level 192,41 persen.
Standar kredit tetap terjaga Di rasio NPL gross sebesar 2,29 persen dan NPL net sebesar 0,85 persen. Loan at risk (LAR) juga relatif stabil tercatat Di angka 9,93 persen.
Ketahanan perbankan juga tetap kuat tercermin Di permodalan atau capital adequacy ratio (CAR) yang berada Di level tinggi sebesar 25,51 persen.
Hal ini, menurut OJK, menjadi bantalan mitigasi risiko yang sangat kuat Di Di Kebugaran ketidakpastian Internasional.
Baca juga: OJK sudah minta bank blokir 17.026 rekening Yang Berhubungan Di judi online
Baca juga: OJK: Kredit tumbuh 8,43 persen capai Rp7.997,63 triliun per Mei 2025
Baca juga: OJK dorong pendalaman pasar keuangan syariah Di Indonesia
Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Agus Salim
Copyright © Di 2025
Dilarang keras Memutuskan konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis Sebagai AI Di situs web ini tanpa izin tertulis Di Kantor Berita Di.
Artikel ini disadur –> Ântaranews.com Indonesia News: OJK sebut sejumlah bank revisi RBB Lantaran ekonomi yang menantang











