– Para pedagang agribisnis Di Pasar Modern Sinpasa Summarecon Bandung Jawa Barat Merasakan bekal penting Untuk Memperbaiki daya saing usaha mereka.
Lewat Pelatihan komprehensif tentang sertifikasi halal dan penerapan reverse logistic, para pedagang diajak Untuk lebih adaptif dan inovatif Di Berjuang Didalam tantangan Usaha Di era modern.
Langkah ini merupakan Pada Didalam kegiatan pengabdian Kelompok (Abdimas) Ditengah Fakultas Ekonomi dan Usaha (FEB) Telkom University Bandung dan Fakulti Keusahawanan dan Perniagaan Universiti Malaysia Kelantan (UMK) Di Rabu (25/6/2025).
Dua fokus utama kegiatan ini adalah pentingnya jaminan produk halal dan efisien distribusi Lewat reverse Ekspedisi. Kedua topik tersebut dinilai relevan dan krusial Untuk pelaku agribisnis, terutama Di membangun kepercayaan konsumen.
Sesi pertama mengupas secara mendalam tentang pentingnya sertifikasi halal Di kegiatan usaha. Ratih Hendayani Ph.D Didalam Telkom University dan Assoc. Prof. Dr. Ashlyzan Razik Didalam UMK menjelaskan proses dan manfaat sertifikasi halal Untuk para pelaku Dan Menengah, termasuk pedagang pasar.
“Seringkali pedagang mengira proses sertifikasi halal itu rumit dan mahal. Padahal ini Penanaman Modal Di Negeri jangka panjang Untuk membangun kepercayaan konsumen,” kata Ratih Hendayani Ph.D.
Hal senada disampaikan Assoc. Prof. Dr. Ashlyzan. Dia menekankan bahwa halal bukan sekadar label, melainkan mencakup keseluruhan rantai pasok produk.
“Mulai Didalam bahan baku, proses produksi, pengemasan hingga distribusi harus sesuai standar syariah dan higienitas. Ini yang Berencana Menyediakan ketenangan Untuk konsumen dan membuka Kemungkinan pasar lebih luas,” jelasnya.
Antusiasme peserta tampak tinggi. Salah satunya Ibu Yuni, pedagang sayur Di Pasar Sinpasa yang sudah berjualan Di puluhan tahun.
“Dulu saya cuma tahu yang penting dagangan laku. Sekarang saya Karena Itu paham bahwa standar halal itu penting Didalam awal sampai akhir. Ini penting buat pelanggan kami yang Muslim supaya merasa yakin dan Tenteram,” tuturnya.
Tak kalah penting, sesi kedua mengangkat Prototipe reverse logistic atau Ekspedisi terbalik. Materi ini dibawakan Didalam Abdurrahman Faris Ph.D selaku Ketua Regu Abdimas FEB Telkom University.
Faris menjelaskan bahwa Di agribisnis, produk Memiliki masa simpan pendek. Maka Itu, pengelolaan produk yang rusak, cacat, atau tidak laku harus dilakukan secara cerdas agar tidak menjadi kerugian.
“Reverse logistic bukan cuma tentang membuang. Tapi bagaimana produk yang tidak terjual bisa diolah ulang, misalnya Karena Itu pakan ternak, kompos, atau produk olahan lain,” jelas Abdurrahman.
Samping Itu, ia juga menekankan pentingnya pengelolaan kemasan dan limbah agar tidak menumpuk dan justru menambah beban biaya.
Bapak Rahmat, pedagang buah Di Pasar Sinpasa, merasa tercerahkan Didalam materi ini. Dia menyampaikan bahwa Di ini buah-buah yang terlalu matang sering kali berakhir Di tempat sampah.
“Padahal kalau dipikir-pikir itu sayang banget. Didalam sini saya dapat ide buat bikin jus atau selai Didalam buah yang tidak laku. Ini membuka mata saya,” ujarnya.
Dr. Syamsuriana bin Sidiq Didalam Universiti Malaysia Kelantan menutup kegiatan ini Didalam menyampaikan harapan agar Pelatihan ini bisa diterapkan secara nyata Di lapangan.
“Ilmu ini jangan berhenti Karena Itu wawasan semata, tapi harus Digunakan. Kami Berencana terus mendampingi agar para pedagang benar-benar merasakan manfaatnya,” tutupnya. (*)
Artikel ini disadur –> times.co.id Indonesia News: Pedagang Pasar Sinpasa Didorong Mandiri Lewat Pelatihan Produk Halal dan Pengelolaan Sisa Produk











